Bupati Kunjungi Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG di Ciwaru, Dapur SPPG Akan Ditutup

Siwindu.com – Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, turun langsung meninjau kondisi puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Ciwaru, Senin (14/9/2026).

Bupati Dian mengunjungi para siswa yang mendapatkan penanganan di Puskesmas Ciwaru. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr H Edi Martono MMKes.

Bupati Kunjungi Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG di Ciwaru, Dapur SPPG Akan Ditutup
Bupati Kunjungi Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG di Ciwaru, Dapur SPPG Akan Ditutup. (Foto: screenshoot ig: @dian_rachmat_y)

Bupati berdialog langsung dengan sejumlah siswa untuk mengetahui keluhan yang mereka alami. Salah seorang siswa mengaku mulai merasakan mual, sakit perut, ingin muntah hingga pusing setelah menyantap makanan MBG di sekolah.

“Kenapa? Habis makan apa tadi?,” tanya Bupati kepada salah seorang siswa.

Siswa tersebut kemudian menjelaskan, setelah makan MBG di sekolah, dirinya tiba-tiba merasakan mual dan sakit perut hingga ingin muntah. Selain itu, ia juga mengeluhkan kepala yang terasa pusing.

Siswa lainnya mengaku merasakan sakit perut dan mual usai mengonsumsi daging ayam. Bahkan keterangannya diperkuat rekan sesama siswa yang menyebut sayur di menu MBG sedikit liur.

Keterangan langsung dari para siswa tersebut menjadi salah satu informasi yang dihimpun pemerintah daerah dalam menangani kejadian tersebut.

Di tengah penanganan para siswa, Bupati Dian memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan MBG ke SMPN 2 Ciwaru akan ditutup sementara sesuai ketentuan yang diberlakukan BGN.

Penutupan tersebut dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang disajikan kepada para siswa.

Langkah itu diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah daerah sekaligus untuk memastikan keamanan makanan yang diberikan melalui program MBG.

Sementara itu, jumlah pelajar yang mengalami keluhan kesehatan berdasarkan perkembangan terbaru mencapai 30 orang. Mereka terdiri dari 29 siswa SMP dan satu siswa SD. Namun, tidak seluruhnya mendapatkan perawatan di Puskesmas.

Baca Juga:  Dana Tersendat, Dapur MBG di Kabupaten Kuningan Bertumbangan

Sebelnya, Camat Ciwaru sekaligus Ketua Satgas MBG Kecamatan Ciwaru, Rusmiadi, menyebut sebanyak 15 siswa ditangani di Puskesmas, sedangkan 15 lainnya telah mendapatkan penanganan di sekolah dan diperbolehkan pulang.

“Yang ditangani di Puskes hanya 15 siswa. Yang lain setelah diobati di sekolah bisa pulang. Semuanya sudah mendingan,” ujar Rusmiadi.

Para siswa yang berada di Puskesmas masih menjalani observasi dan pemantauan. Kondisi mereka dilaporkan terus membaik.

Meski keluhan muncul setelah para siswa mengonsumsi makanan MBG, pemerintah belum menyimpulkan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menjadi salah satu hal penting untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara makanan MBG dengan keluhan yang dialami para pelajar.

Karena itu, penutupan sementara dapur SPPG dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut. Bupati Dian bersama jajaran terkait juga terus memantau kondisi para siswa.

Pemerintah daerah memastikan penanganan kesehatan menjadi prioritas, sementara aspek keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG akan dievaluasi berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *