Siwindu.com – Nama H Yusron Kholid SAg MSi bukanlah sosok baru di Kabupaten Kuningan. Pria kelahiran Kuningan, 22 Juni 1961 ini dikenal luas sebagai birokrat, tokoh pendidikan, sekaligus aktivis organisasi kemasyarakatan yang memiliki perjalanan panjang dalam pengabdian kepada masyarakat.
Kini, pengabdian itu berlanjut setelah dirinya dipercaya memimpin Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan periode 2026-2031.
Bagi Yusron, amanah sebagai pimpinan Baznas bersama empat pimpinan lainnya bukan sekadar jabatan, melainkan sebuah ujian yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan.
“Amanah sebagai pimpinan Baznas bersama empat pimpinan lainnya bagi saya merupakan ujian yang wajib kita tunaikan dengan sebaik-baiknya. Tentu spirit kolektif kolegial patut membersamai,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Pria yang mengawali kariernya sebagai guru tersebut kemudian mengabdikan diri di lingkungan Kementerian Agama. Berbagai jabatan pernah diembannya, mulai dari Kepala Seksi di Kantor Departemen Agama, Kasubag Tata Usaha, hingga dipercaya menjadi Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Kuningan.
Di bidang pendidikan, Yusron menempuh pendidikan dasar di MIS PUI Kuningan, kemudian melanjutkan ke jenjang MTs dan MA, sebelum menempuh pendidikan tinggi di STAI dan meraih gelar magister dari Universitas 17 Agustus (Untag).
Pengalaman panjang di bidang birokrasi, keagamaan dan sosial kemudian membawanya dipercaya menjadi Komisioner Baznas Kabupaten Kuningan periode 2021-2026. Kini, estafet pengabdian itu berlanjut dengan amanah sebagai Ketua Baznas Kabupaten Kuningan periode 2026-2031.
Menurutnya, Baznas selama ini telah membuktikan peran pentingnya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan. Mulai dari pengentasan kemiskinan, penanganan kebencanaan, program rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga berbagai program keumatan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Karena itu, pada periode kepemimpinannya, Baznas akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
“Kami wajib lebih bersinergi lebih bagus dan patut menjadi organ strategis pemerintah daerah dalam meneguhkan Kuningan MELESAT,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh program dan langkah Baznas harus terbingkai dalam prinsip 3 AMAN, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Prinsip tersebut, kata dia, menjadi fondasi dalam menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat.
Yusron bersama jajaran pimpinan Baznas periode 2026-2031 juga berkomitmen untuk melanjutkan berbagai capaian positif yang telah diraih pada periode sebelumnya, sembari menghadirkan berbagai inovasi yang lebih baik.
“Kami bersepakat melanjutkan apa-apa yang telah dicapai Baznas dengan baik dalam kaidah Almuhafadhotu ala qodimi sholih wal ahdu bil jadidil ashlah, yakni mempertahankan capaian lama yang baik dan mengkreasi sesuatu yang baru yang lebih baik,” katanya.
Selain aktif di dunia birokrasi, Yusron juga dikenal sebagai sosok organisatoris. Ia pernah aktif di berbagai organisasi, di antaranya Karang Taruna, IPSI Bima Suci, HMI, MUI, PCNU, PGM Indonesia, KAHMI hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Dalam kehidupan keluarga, Yusron didampingi sang istri, Hj Nok Juhartini. Dari pernikahannya, pasangan ini dikaruniai empat orang anak dan enam orang cucu.
Dengan pengalaman panjang di bidang pemerintahan, keagamaan dan sosial kemasyarakatan, kepemimpinan H Yusron Kholid diharapkan semakin memperkuat peran Baznas Kabupaten Kuningan sebagai lembaga yang hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan kebaikan, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan masyarakat Kabupaten Kuningan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
