Siwindu.com – Perkembangan terbaru insiden dugaan gangguan kesehatan yang dialami pelajar di Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menunjukkan jumlah siswa yang mengalami keluhan mencapai 30 orang.
Angka tersebut bertambah dari informasi awal yang menyebut 28 siswa SMP Negeri 2 Ciwaru mengalami keluhan berupa mual dan pusing.
Camat Ciwaru sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Ciwaru, Rusmiadi, membenarkan adanya 30 pelajar yang mengalami keluhan. Mereka terdiri dari 29 siswa SMP dan satu siswa SD.
“30 orang, terdiri dari 29 siswa SMP dan 1 siswa SD,” ujar Rusmiadi saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026) sore.
Menurut Rusmiadi, penanganan terhadap para pelajar dilakukan bersama tim di wilayah tersebut. Namun, tidak seluruh siswa harus mendapatkan penanganan di Puskesmas.
“Yang ditangani di Puskes hanya 15 siswa. Yang lain setelah diobati di sekolah bisa pulang. Semuanya sudah mendingan,” katanya.
Sebanyak 15 siswa yang mendapatkan penanganan di Puskesmas masih menjalani observasi dan pemantauan. Sementara siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan di sekolah.
Rusmiadi juga menyebut kondisi para siswa terus dimonitor oleh pihak terkait. Penanganan dilakukan untuk memastikan kondisi mereka sekaligus memantau perkembangan keluhan yang dialami.
Insiden tersebut sebelumnya diketahui setelah sejumlah pelajar mengalami mual dan pusing pada Senin pagi. Berdasarkan informasi warga setempat, keluhan muncul setelah pelaksanaan upacara di lingkungan sekolah.
Dugaan keterkaitan dengan program MBG kemudian mencuat karena para siswa sebelumnya mengonsumsi makanan dalam rangka program tersebut. Namun, hingga kini belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan makanan MBG sebagai penyebab keluhan kesehatan para pelajar.
Karena itu, dugaan keterkaitan dengan MBG masih memerlukan penelusuran dan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan medis serta penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab sebenarnya.
Hingga perkembangan terakhir, Rusmiadi memastikan kondisi para pelajar secara umum sudah membaik. Sementara 15 siswa yang masih berada di Puskesmas tetap mendapatkan observasi dan penanganan dari tim medis.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
