Siwindu.com – Langkah proaktif yang ditunjukkan PT New Hope di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendapatkan apresiasi tinggi dari legislatif. Pasalnya, meski perusahaan tersebut saat ini masih dalam tahap proses pembangunan dan belum resmi beroperasi, mereka dinilai sangat tertib regulasi serta royal dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kuningan, Rohaman, seusai memimpin kunjungan kerja monitoring pengawasan perizinan ke lokasi perusahaan bersama jajaran Komisi I dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kuningan.
”Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen PT New Hope. Mereka menempuh prosedur perizinan dengan sangat baik dan benar bahkan jauh-jauh hari sebelum proses pembangunan fisik dimulai,” ujar Rohaman, Selasa (27/10/2026).
Menurut Rohaman, langkah yang diambil PT New Hope patut dijadikan contoh teladan bagi para investor lain yang hendak menanamkan modalnya di Kabupaten Kuningan. Dengan merampungkan seluruh proses perizinan terlebih dahulu, pihak perusahaan dapat membangun dan kelak beroperasi dengan rasa aman tanpa dibayangi kendala hukum atau administratif.
Komisi I mencatat, kepatuhan perizinan ini juga berdampak langsung pada pemasukan daerah. Berdasarkan data dari DPMPTSP, sektor Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari PT New Hope saja telah menyumbang PAD Kabupaten Kuningan sebesar Rp1,1 miliar.
Hal paling mencengangkan sekaligus membanggakan dari kehadiran PT New Hope ini adalah komitmen sosialnya yang tinggi. Meskipun pabrik belum beroperasi, perusahaan ayam petelur kelas ekspor itu telah menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) hingga senilai Rp2 miliar.
Dana CSR tersebut digunakan khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan dan pengecoran di Desa Cihirup sesuai dengan aspirasi warga setempat.
”Bahkan kami melihat langsung ke lokasi, pengerjaan pengecoran jalan sedang berjalan. Tidak hanya itu, bantuan sosial berupa bahan pangan seperti telur bagi masyarakat sekitar juga sudah rutin disalurkan, padahal pabriknya belum berproduksi,” puji Rohaman.
Rohaman berharap, iklim investasi seperti ini dapat menjamur ke wilayah-wilayah kecamatan lain di Kabupaten Kuningan yang masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) industri. Potensi penyerapan tenaga kerja lokal yang masif serta sinergi yang baik dengan adat istiadat setempat menjadi nilai tambah tersendiri bagi kehadiran korporasi ini.
”Bagi investor yang mau berinvestasi di Kuningan, contohlah PT New Hope. Tembus dan selesaikan dulu perizinannya agar di lapangan bisa membangun dan berusaha dengan nyaman, serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” pungkas politisi PDIP asal Luragung itu.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
