Siwindu.com – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Garawangi, Kecamatan Garawangi, Jumat (17/7/2026). Sidak yang dipimpin Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan Uu Kusmana SSos MSi itu dilakukan untuk memastikan seluruh standar operasional layanan pemenuhan gizi berjalan sesuai ketentuan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Jumat Bersepeda bersama Bupati dan Wakil Bupati Kuningan. Dalam sidak, Uu meninjau langsung fasilitas dapur, sistem sanitasi, pengelolaan limbah, hingga kesiapan pelayanan seiring rencana penambahan jumlah penerima manfaat.
Dari hasil pemeriksaan, operasional SPPG Garawangi dinilai telah berjalan cukup baik. Namun, Satgas masih menemukan sejumlah aspek yang perlu segera disempurnakan, terutama pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengelolaan sampah, serta standar kebersihan lingkungan.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, menegaskan perbaikan tersebut harus segera dilakukan agar operasional SPPG tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
“Penutup IPAL harus benar-benar rapat agar tidak ada celah udara yang keluar ke lingkungan. Kebersihan area sekitar juga harus terus dijaga secara konsisten,” tegas Uu.
Selain meminta penutup IPAL dibuat lebih kedap udara, Satgas juga menginstruksikan agar atap pelindung IPAL segera dibenahi sehingga air hujan tidak masuk ke dalam bak penampungan. Pengelolaan sampah operasional dapur pun diminta dilakukan setiap hari agar tidak terjadi penumpukan.
Berdasarkan laporan pengelola, saat ini SPPG Garawangi melayani 2.335 penerima manfaat. Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 3.114 penerima manfaat mulai pekan depan.
Menurut Uu, peningkatan jumlah penerima manfaat tidak boleh menjadi alasan turunnya kualitas pelayanan maupun mutu makanan yang disajikan.
“Jumlah penerima manfaat boleh bertambah, tetapi kualitas makanan tidak boleh menurun. Nilai gizi harus tetap terpenuhi dan proses pengolahan wajib menjaga standar kebersihan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Satgas akan terus melakukan pengawasan secara berkala, bahkan tidak menutup kemungkinan sidak dilakukan secara acak saat proses memasak pada malam hari untuk memastikan seluruh standar operasional benar-benar diterapkan.
Mengingat Kecamatan Garawangi masih menjadi salah satu wilayah yang memerlukan perhatian dalam penanganan stunting, Satgas juga meminta penyusunan menu disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok penerima manfaat. Menu akan dibedakan bagi anak-anak, balita, maupun ibu hamil agar kebutuhan gizi masing-masing kelompok dapat terpenuhi secara optimal.
“Menu makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran. Dengan pemenuhan gizi yang tepat dan berkualitas, kita berharap program ini mampu memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting di Kecamatan Garawangi,” pungkas Uu.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
