Siwindu.com – Puncak musim kemarau membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kuningan tak boleh dipandang sebelah mata. Di tengah kondisi vegetasi dan dedaunan yang mengering, bara kecil sekalipun berpotensi berubah menjadi petaka.
Kewaspadaan itu salah satunya diperkuat Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Majakuning. Sekitar 25 personel MPA dari tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) diterjunkan dalam Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman depan Objek Wisata Waduk Darma, Kecamatan Darma, Senin (7/9/2026).
Apel tersebut dipimpin Kapolsek Darma AKP Farikin dan melibatkan unsur pemerintah desa, Linmas, satgas, TNI-Polri, relawan BBWS Cimanuk Cisanggarung, serta masyarakat peduli api. Tiga kelompok MPA yang terlibat yakni KTH Gunung Sirah, KTH Karangsari, dan KTH Sagarahiang.
Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, H Nandar Junar Arif SHut, mengatakan keterlibatan MPA menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan sekaligus memastikan kesiapan personel apabila sewaktu-waktu muncul titik api.
Tak hanya personel, sejumlah peralatan turut disiapkan. Di antaranya alat pemadam api ringan (APAR), jet shooter, dua unit mesin penyemprot air, serta perlengkapan taktis lainnya.
“Alhamdulillah di Kecamatan Darma ini kita ada 3 kelompok. Kita menurunkan sekitar 25 personel dari 3 KTH, sekaligus membawa alat-alat untuk antisipasi kebakaran,” kata Nandar.
Menurut Nandar, langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan menunggu kebakaran terjadi dan kemudian melakukan pemadaman ketika api sudah meluas.
Terlebih memasuki puncak musim kemarau, kondisi lahan dan kawasan dengan vegetasi kering membuat api dapat merambat dengan cepat.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang menggunakan api, khususnya saat membuka atau membersihkan lahan.
“Jangan sampai api yang awalnya kecil justru menjadi besar karena kondisi lingkungan yang kering,” ujarnya.
Kapolsek Darma AKP Farikin juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran ketika membuka lahan.
Menurutnya, api yang digunakan untuk membersihkan lahan sangat berisiko merambat ke area lain, terutama ketika banyak daun dan vegetasi dalam kondisi kering.
“Kalau bisa jangan membuka lahan dengan membakar. Karena akan menimbulkan bahaya kebakaran, baik hutan maupun ladang atau kebun mereka,” ujar Farikin.
Ia menegaskan sumber kebakaran tidak selalu berasal dari pembakaran lahan dalam skala besar. Bara kecil maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan juga dapat menjadi pemicu kebakaran ketika mengenai material yang mudah terbakar.
Meski demikian, hingga pelaksanaan apel, wilayah Kecamatan Darma masih dalam kondisi aman. Belum ditemukan kejadian karhutla di wilayah tersebut.
“Kita berjibaku siap untuk mengamankan, jangan sampai terjadi kebakaran di wilayah Darma. Alhamdulillah sampai sekarang di wilayah Darma tidak ada. Tetap kita antisipasi dan kita jaga semuanya,” katanya.
Kesiapsiagaan MPA Silihwangi Majakuning di Kecamatan Darma sekaligus memperluas pola pengawasan terhadap potensi karhutla. Selain kawasan yang menjadi penyangga Gunung Ciremai, para personel MPA juga siap membantu pemantauan di wilayah Darma dan sekitarnya.
Apel di Darma merupakan bagian dari rangkaian kesiapsiagaan karhutla yang sebelumnya telah dilakukan di Kecamatan Pasawahan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
