Siwindu.com – Meningkatnya kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kuningan menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Kondisi tersebut muncul di tengah adanya pemberitaan terkait dugaan peningkatan kasus influenza A. Namun, Dinkes Kuningan menegaskan, peningkatan kunjungan pasien dengan gejala ISPA belum dapat disimpulkan sebagai peningkatan kasus influenza A.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kuningan, dr H Edi Martono MARS MMKes, mengatakan kondisi tersebut perlu direspons dengan kewaspadaan yang terukur, namun masyarakat tidak perlu panik.
“Untuk Kabupaten Kuningan, Dinas Kesehatan belum bisa menyimpulkan bahwa peningkatan kunjungan tersebut seluruhnya disebabkan oleh influenza A,” ujar dr Edi dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, pasien dengan keluhan demam, batuk, pilek, sesak napas maupun infeksi saluran pernapasan akut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Karena itu, keberadaan influenza A tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala klinis.
“Konfirmasi influenza memerlukan pemeriksaan sesuai indikasi medis dan hasil surveilans laboratorium,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, kata dr Edi, Dinkes Kuningan akan memperkuat surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di puskesmas dan rumah sakit, khususnya terhadap peningkatan kasus dengan gejala infeksi saluran pernapasan.
Seluruh puskesmas dan rumah sakit juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan demam, batuk, pilek dan gangguan pernapasan.
Dinkes juga akan memantau tren kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap untuk melihat apakah terdapat peningkatan yang signifikan dan berlangsung secara berkelanjutan.
Selain itu, koordinasi dengan rumah sakit di Kuningan, puskesmas serta laboratorium akan diperkuat guna memperoleh gambaran epidemiologis yang lebih akurat.
“Kami juga memastikan kesiapan pelayanan kesehatan, termasuk tenaga kesehatan, ruang pelayanan, obat-obatan, alat kesehatan dan sistem rujukan apabila terjadi peningkatan pasien,” jelas dr Edi.
Di sisi lain, Dinkes Kuningan meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan penularan penyakit saluran pernapasan.
Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Warga juga dianjurkan menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat padat, serta menghindari kontak dekat dengan orang lain apabila sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.
dr Edi meminta masyarakat segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, penurunan kesadaran, demam tinggi yang menetap, kondisi yang semakin memburuk atau tanda kegawatan lainnya.
Hal tersebut terutama perlu diperhatikan pada bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil serta masyarakat dengan penyakit penyerta.
“Kami mengajak masyarakat Kuningan untuk tetap tenang tetapi waspada. Dinas Kesehatan bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah sesuai hasil surveilans serta kondisi di lapangan,” tegasnya.
dr Edi menekankan masyarakat tidak perlu panik, namun juga tidak boleh mengabaikan gejala yang muncul.
“Prinsip kami adalah jangan panik, jangan abai, tetap waspada dan segera berobat apabila mengalami gejala yang mengarah pada kondisi berat,” pungkasnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
