Pesan Tajam Uniku di Tengah Karnaval Harjad ke-528 Kuningan: Kalau Ingin Maju, Harus Bersih dan Jujur

Siwindu.com – Karnaval Budaya atau Pawai Alegoris dalam rangka memperingati Hari Jadi Kuningan ke-528, Minggu (13/9/2026), berlangsung meriah. Beragam kreativitas ditampilkan peserta, termasuk Universitas Kuningan (Uniku) yang kembali menghadirkan teater jalanan sebagai suguhan khasnya.

Namun, penampilan Uniku kali ini bukan sekadar hiburan. Di tengah kemeriahan pawai, civitas akademika Uniku membawa pesan yang cukup tajam tentang pentingnya kebersihan dan kejujuran dalam kehidupan.

Mengusung tema “Segala Zaman Harus BERSIH, Segala Unsur Harus JUJUR”, teater jalanan Uniku menyajikan kolaborasi seni musik dan teater yang dikemas dalam pertunjukan atraktif di sepanjang jalur karnaval. Pesan tersebut merupakan refleksi terhadap realitas kehidupan saat ini sekaligus ajakan agar perubahan dimulai dari diri sendiri.

Sutradara Teater Jalanan Uniku sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Uniku, Dr Arip Hidayat MPd, mengatakan tema tersebut lahir dari refleksi terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

“Segala zaman harus BERSIH, segala unsur harus JUJUR ini merupakan karya saya, refleksi realita dengan kondisi saat ini,” ujar Arip.

Menurutnya, tema tersebut tidak hanya berbicara mengenai kondisi tertentu, tetapi menjadi refleksi bersama yang harus dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni diri sendiri. Kemudian, nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat hingga dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena kalau memang kepengin maju itu, harus bersih dan jujur,” tegasnya.

Untuk menyampaikan pesan tersebut, Uniku mengerahkan lebih dari 300 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai program studi. Mereka tampil penuh semangat dalam balutan teater jalanan, meski harus berjalan cukup jauh di tengah cuaca panas dan teriknya matahari pada musim kemarau.

Kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme para mahasiswa. Mereka justru terlihat larut dalam setiap adegan dan gerakan yang ditampilkan sepanjang pawai.

Baca Juga:  Jadwal Baru! Karnaval Budaya Harjad Kuningan Digelar Awal Oktober

“Ada lebih dari 300 orang peserta yang ikut terlibat dalam karnaval pawai alegoris Harjad Kuningan ke-528 tahun 2026. Walaupun kita lagi dalam musim kemarau, panas teriknya matahari dan berjalan cukup jauh saat pawai karnaval alegoris itu, namun tidak menyurutkan semangat para mahasiswa dan mahasiswi dalam penampilannya,” ungkap Arip.

“Para peserta terlihat larut dalam teater jalanan tersebut dengan penuh semangat,” tambahnya.

Penampilan Uniku semakin menarik perhatian karena pesan yang dibawa tidak berhenti pada pertunjukan di jalan. Sapu lidi turut menjadi simbol dari tema yang diusung.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Uniku Dr Anna Fitri Hindriana MSi, menyerahkan sapu lidi kepada Bupati Kuningan di atas panggung kehormatan Karnaval Budaya Harjad Kuningan ke-528.

Simbol tersebut sejalan dengan pesan yang dibawa Uniku melalui teater jalanan, yakni pentingnya menjaga kebersihan dan kejujuran sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih baik.

Bagi Uniku, karnaval budaya bukan hanya ruang untuk menampilkan kreativitas mahasiswa. Momentum tersebut juga menjadi media untuk menyampaikan gagasan dan refleksi sosial kepada masyarakat secara terbuka melalui seni.

Kehadiran lebih dari 300 mahasiswa Uniku pun menambah semarak rangkaian peringatan Hari Jadi Kuningan ke-528.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK) Drs Ngatimin DS MPd beserta jajaran, Rektor Universitas Kuningan Dr Anna Fitri Hindriana MSi beserta jajaran, serta seluruh civitas akademika Uniku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *