Video Viral Diduga Siswa SMPN di Kuningan Pisahkan dan Buang Menu MBG

Video Viral Diduga Siswa SMPN di Kuningan Pisahkan dan Buang Menu MBG
Sejumlah siswa SMPN di Kecamatan Ciawigebang Kuningan, diduga memisahkan menu MBG, bahkan diduga membuang salah satu menu ke ember. (Foto: screenshoot video)
3 menit ago 4 Dilihat

SIWINDU.COM – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan sejumlah siswa memisahkan menu Program Makan Bergizi (MBG) ke dalam wadah terpisah viral di media sosial.

Dalam tayangan tersebut, terlihat nasi, daging ayam, serta beberapa menu lain dikumpulkan secara terpisah, bahkan sebagian menu diduga dibuang ke dalam ember tanpa alasan yang jelas.

Peristiwa dalam video itu diduga terjadi di salah satu SMP Negeri di wilayah Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Selasa (3/2/2026). Video tersebut menuai beragam reaksi publik, mulai dari keprihatinan hingga kritik terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah.

Dalam potongan video yang beredar, tidak terlihat penjelasan terkait alasan pemisahan maupun pembuangan menu makanan tersebut. Kondisi ini memunculkan spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya masalah pada kualitas, distribusi, hingga pengawasan pelaksanaan program MBG di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah terkait kebenaran peristiwa maupun kronologi dalam video viral tersebut. Pihak sekolah yang diduga menjadi lokasi kejadian masih belum memberikan pernyataan terbuka kepada publik.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Korwil SPPI) Kabupaten Kuningan, Nisa Rahmi, juga belum memberikan penjelasan atau tanggapan terkait viralnya video tersebut. Hal serupa terjadi pada Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, Uu Kusmana, yang hingga kini belum menyampaikan respons resmi.

Viralnya video ini kembali menyorot pelaksanaan Program Makan Bergizi di Kabupaten Kuningan, khususnya terkait pengawasan, edukasi kepada siswa, serta mekanisme evaluasi jika terjadi temuan di lapangan. Publik pun menunggu klarifikasi dan langkah konkret dari pihak terkait agar polemik ini tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi sekaligus memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan awalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *