Siwindu.com – Desa Cilaja, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan mulai menunjukkan langkah nyata dalam membangun ekonomi desa berbasis kolaborasi.
Jumat (15/5/2026), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cilaja resmi menjalin kerja sama dengan BUMDes Cakradiningrat Cilaja di bidang penjualan hasil penggemukan kambing. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kantor Desa Cilaja sebagai bagian dari upaya memperkuat hilirisasi ekonomi desa sesuai arah program Koperasi Desa Merah Putih.
Dalam skema kerja sama tersebut, BUMDes akan fokus pada sektor produksi dan penggemukan kambing, sementara KDMP bertugas menangani pemasaran dan distribusi hasil ternak ke berbagai pasar potensial.
Bendahara BUMDes Cakradiningrat Desa Cilaja, Hj Elin Herlina menjelaskan, saat ini unit usaha penggemukan kambing yang dikelola BUMDes memiliki sekitar 60 ekor kambing dengan bobot rata-rata antara 25 hingga 50 kilogram per ekor.
Menurutnya, persoalan terbesar yang selama ini dihadapi peternak yakni pemasaran hasil ternak setelah masa panen.
“Selama ini kendala kami di pasar. Setelah panen sering bingung jual ke mana dan harganya ditekan tengkulak. Dengan adanya KDMP sebagai offtaker, kami bisa fokus meningkatkan kualitas ternak tanpa khawatir soal penjualan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KDMP Cilaja, Cecep Yogi Iskandar menegaskan pihaknya siap menyerap hasil ternak dari BUMDes secara berkelanjutan dan konsisten.
Ia mengatakan, KDMP akan mengelola distribusi penjualan ke pasar hewan, rumah potong hewan hingga kebutuhan katering kurban.
“Kami yang akan urus penjualan ke pasar hewan, rumah potong hewan dan katering kurban. Dengan sistem ini harga lebih stabil,” kata Cecep.
Kerja sama tersebut juga diproyeksikan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa, mulai dari tenaga kandang, logistik hingga pemasaran.
Selain itu, KDMP Cilaja juga membuka penjualan hewan kurban bagi masyarakat Kabupaten Kuningan dan sekitarnya dengan harga mulai dari Rp2,5 juta per ekor.
Kepala Desa Cilaja, Diding, ikut menambahkan. Pihaknya menyambut baik sinergi antara BUMDes dan koperasi desa tersebut. Ia menilai kolaborasi itu menjadi contoh konkret bagaimana ekonomi desa dapat tumbuh melalui penguatan kelembagaan lokal.
“Ini contoh nyata kolaborasi BUMDes dan koperasi. Uang berputar di desa, peternak bahagia, dan tujuan utamanya masyarakat Desa Cilaja sejahtera. Saya minta semua pihak menjaga komitmen agar kerja sama ini berkelanjutan,” pintanya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini