Siwindu.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai menggencarkan operasi stabilisasi harga pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) Idul Adha Dirahmati (Diskon Harga Hemat Tahan Inflasi). Kegiatan tersebut akan berlangsung selama enam hari, mulai 18 hingga 23 Mei 2026, di enam kecamatan berbeda.
Program yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan itu disiapkan sebagai langkah konkret menahan laju inflasi pangan, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi, mengatakan pemerintah daerah sengaja turun langsung ke desa-desa agar distribusi pangan murah bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Menjelang Iduladha biasanya terjadi kenaikan kebutuhan pangan rumah tangga. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan stok aman dan harga tetap terkendali sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, mulai dari beras Gapoktan, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, cabai, daging sapi, daging ayam, hingga sayur-mayur segar.
Menurut Wahyu, program DIRAHMATI tidak hanya berorientasi pada pengendalian harga, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan rantai pangan lokal melalui keterlibatan petani dan pelaku usaha daerah.
“Kami ingin hasil pertanian lokal terserap optimal. Distribusi dipangkas lebih pendek supaya harga lebih kompetitif bagi masyarakat, sementara petani juga mendapatkan manfaat ekonomi,” katanya.
Adapun pelaksanaan Gerakan Pangan Murah akan digelar secara bergilir di enam titik, yakni Desa Jalatrang Kecamatan Cilebak pada 18 Mei, Desa Bangunjaya Kecamatan Subang pada 19 Mei, Desa Pancalang Kecamatan Pancalang pada 20 Mei, Desa Ciangir Kecamatan Cibingbin pada 21 Mei, Desa Citapen Kecamatan Hantara pada 22 Mei, dan Desa Linggasana Kecamatan Cilimus pada 23 Mei 2026.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, menegaskan stabilitas pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Ketahanan pangan harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah tidak boleh hanya hadir dalam kebijakan, tetapi juga melalui langkah nyata yang membantu warga memenuhi kebutuhan dasarnya dengan harga terjangkau,” tegasnya.
Ia menyebut, program GPM DIRAHMATI menjadi bagian dari upaya Pemkab Kuningan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan suasana Iduladha tetap kondusif tanpa tekanan lonjakan harga pangan.
“Kami ingin masyarakat menyambut Iduladha dengan tenang. Pemerintah hadir menjaga stabilitas harga, memperkuat distribusi pangan hingga ke desa, dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia,” ujarnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini