Siwindu.com – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan kondisi fiskal Kabupaten Kuningan saat ini terus menunjukkan perbaikan. Di tengah berbagai isu nasional terkait kemampuan keuangan daerah, Kuningan dinilai berhasil keluar dari tekanan fiskal yang sempat membebani pemerintahan dalam beberapa tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Dian saat berbincang dengan sejumlah wartawan di kediaman pengamat politik Sujarwo (Mang Ewo) di Perumahan Griya Sarasi, Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, Minggu (14/6/2026) siang.
Menurut Dian, masih banyak pihak yang menilai kondisi keuangan daerah hanya dari persepsi, tanpa melihat indikator kemandirian fiskal yang sesungguhnya.
“Yang penting kita ini, apakah mereka tahu berapa tingkat kemandirian fiskal kita? Saya kira persoalan daerah tinggal menunggu waktu untuk diselesaikan. Hari ini saya melihat Kuningan cukup baik,” ujar Dian.
Ia mengatakan berbagai kewajiban daerah yang sebelumnya menjadi beban kini terus dituntaskan secara bertahap. Bahkan, Pemkab Kuningan tetap mampu memenuhi hak-hak aparatur sipil negara (ASN), termasuk pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 100 persen.
“TPP tetap saya tetapkan 100 persen. Ini bukan pekerjaan yang sederhana. Di beberapa daerah lain masih ada yang mengalami kesulitan memenuhi kewajiban kepada pegawainya,” katanya.
Dian mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Namun menurutnya, tantangan tersebut justru menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan mencari solusi kreatif dalam pembangunan.
“Kalau ada persoalan yang belum selesai, itu menjadi pekerjaan rumah bagi saya sebagai bupati. Tinggal bagaimana determinasi, inovasi dan kreativitas kita untuk menyelesaikannya,” tuturnya.
Selain kondisi fiskal yang membaik, Dian juga mengungkapkan capaian positif di sektor investasi. Ia menyebut realisasi investasi Kabupaten Kuningan mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun 2025, investasi kita sudah naik hampir dua kali lipat. Ini menunjukkan adanya kepercayaan yang semakin baik terhadap Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui nilai investasi Kuningan masih perlu terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Jawa Barat.
Untuk mempercepat pertumbuhan investasi, Pemkab Kuningan saat ini tengah menuntaskan dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang menjadi salah satu instrumen penting dalam memberikan kepastian bagi para investor.
“Bulan ini kita dorong untuk menuntaskan RTRW. Ini merupakan dokumen yang sangat penting untuk mendukung investasi, karena memberikan kepastian arah pembangunan dan pemanfaatan ruang,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menyoroti tantangan pembangunan yang dihadapi pemerintah daerah. Menurutnya, harapan masyarakat terhadap pelayanan publik terus meningkat, sementara kemampuan fiskal pemerintah memiliki keterbatasan.
Persoalan kemiskinan, pengangguran, stunting, pendidikan hingga layanan kesehatan, kata dia, membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Pembangunan itu proses yang terus bertumbuh. Harapan masyarakat selalu meningkat, sementara APBD kita terbatas. Karena itu dibutuhkan kolaborasi semua pihak untuk bersama-sama membangun daerah,” harapnya.
Dian pun mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap masa depan Kabupaten Kuningan. Ia meyakini berbagai indikator pembangunan yang mulai menunjukkan tren positif akan menjadi modal penting untuk mempercepat kemajuan daerah ke depan.
“Kalau ada capaian yang baik mari kita syukuri. Kalau masih ada kekurangan mari kita perbaiki bersama. Yang terpenting Kuningan terus bergerak maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas mantan Sekda Kuningan itu.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini