Masih 11 Tahun, Bocah SD di Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA usai Belajar Cybersecurity secara Otodidak

Siwindu.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak Indonesia. Di usia yang baru 11 tahun, Ibrahim Al Abrar, siswa kelas VI SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berhasil menemukan celah keamanan pada salah satu sistem milik National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Atas temuannya tersebut, Ibrahim menerima Letter of Recognition (LoR) atau surat penghargaan resmi dari lembaga antariksa Amerika Serikat itu.

Keberhasilan Ibrahim menjadi sorotan karena kemampuan di bidang cybersecurity yang dimilikinya dipelajari secara otodidak. Berbekal rasa penasaran dan kemauan belajar yang tinggi, ia memanfaatkan internet untuk mendalami coding hingga keamanan siber sejak usia dini.

Mengutip detikJateng, Ibrahim awalnya gemar bermain gim. Seiring waktu, ketertarikannya berkembang menjadi keinginan mempelajari cara membuat gim, kemudian berlanjut mendalami dunia pemrograman dan keamanan siber. Ia belajar secara mandiri melalui berbagai sumber di internet tanpa mengikuti pendidikan formal khusus di bidang tersebut.

Berbekal pengetahuan yang terus diasah, Ibrahim kemudian mengikuti program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) milik NASA, yakni program yang memungkinkan para peneliti keamanan siber dari seluruh dunia melaporkan kerentanan atau celah keamanan pada sistem digital NASA secara resmi.

Dari proses tersebut, Ibrahim berhasil menemukan salah satu celah keamanan dan melaporkannya kepada NASA. Setelah melalui proses verifikasi, laporan tersebut dinyatakan valid dan diterima oleh pihak NASA.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya membantu meningkatkan keamanan sistem digital, NASA mengirimkan Letter of Recognition tertanggal 9 Juli 2026 kepada Ibrahim.

“Alhamdulillah, senang,” ujar Ibrahim saat menceritakan perasaannya usai menerima penghargaan tersebut, seperti dikutip detikJateng.

Ayah Ibrahim, Aminuddin Salas, mengatakan putranya memang memiliki minat besar terhadap dunia teknologi sejak kecil. Menurutnya, Ibrahim lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dibandingkan bermain. Dukungan keluarga pun diberikan agar minat tersebut dapat berkembang secara positif.

Prestasi Ibrahim menjadi bukti bahwa usia bukan menjadi penghalang untuk berprestasi di tingkat internasional. Dengan semangat belajar, ketekunan, dan pemanfaatan internet secara positif, bocah asal Boyolali itu berhasil mengukir prestasi yang membanggakan sekaligus mengharumkan nama Indonesia di dunia teknologi.

Kisah Ibrahim juga menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, khususnya cybersecurity, yang kini menjadi salah satu bidang dengan peran penting dalam menjaga keamanan sistem digital di era modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *