Siwindu.com – Persoalan gangguan satwa liar yang terus menghantui petani di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, kembali menjadi perhatian. Serangan monyet dan babi hutan yang semakin sering terjadi dinilai bukan lagi sekadar persoalan pertanian, tetapi telah mengancam ketahanan pangan serta keberlangsungan ekonomi masyarakat desa.
Masalah tersebut mencuat dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PAN, Drs H Toto Suharto SFarm Apt, di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan, Senin (20/7/2026). Kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri atas pemerintah desa, BPD, LPM, kelompok tani, tokoh masyarakat, tokoh pemuda Karang Taruna, hingga perwakilan warga lainnya.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, mulai dari gangguan satwa liar, keterbatasan anggaran desa, kerusakan irigasi, hingga kebutuhan pembangunan jalan usaha tani.
Sekretaris Desa Seda, Cahyadi, mengatakan mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Namun hasil panen terus mengalami penurunan akibat tanaman yang rusak diserang monyet dan babi hutan.
Sebagai desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Desa Seda menjadi salah satu wilayah yang paling sering terdampak aktivitas satwa liar.
“Serangannya sekarang semakin luas. Bukan hanya di kebun yang dekat hutan, tetapi sudah masuk ke permukiman warga. Tanaman pisang, singkong, jagung hingga berbagai tanaman buah banyak yang rusak,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian petani mulai kehilangan motivasi untuk menggarap lahan. Tidak sedikit yang memilih membiarkan kebunnya karena merasa hasil panen akan kembali habis dirusak.
“Pemerintah desa memiliki keterbatasan anggaran maupun kewenangan. Karena itu kami berharap ada penanganan lintas instansi agar persoalan ini tidak terus berlarut,” katanya.
Selain persoalan satwa liar, Cahyadi juga mengungkapkan keterbatasan APBDes yang berdampak pada tertundanya sejumlah program pembangunan. Penyesuaian anggaran untuk mendukung program nasional Koperasi Desa Merah Putih membuat beberapa rencana pembangunan belum dapat direalisasikan.
Di sisi lain, warga juga meminta perhatian terhadap kondisi jaringan irigasi yang banyak mengalami kebocoran serta jalan usaha tani yang masih membutuhkan peningkatan agar distribusi hasil panen lebih mudah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Toto Suharto menilai persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Seda memerlukan solusi menyeluruh. Menurutnya, gangguan satwa liar tidak bisa dibebankan kepada pemerintah desa semata.
“Persoalan ini harus ditangani bersama oleh pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, Balai TNGC, hingga pemerintah pusat. Konservasi harus tetap berjalan, tetapi masyarakat juga harus mendapatkan perlindungan,” katanya.
Ia mengakui kerusakan lahan pertanian akibat serangan monyet dan babi hutan telah berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat. Bahkan, muncul kekhawatiran petani akan semakin enggan mengolah lahan jika kondisi tersebut terus berlangsung.
Selain penanganan satwa liar, Toto juga menilai pembangunan jalan usaha tani dan perbaikan jaringan irigasi menjadi kebutuhan mendesak. Infrastruktur pertanian yang baik diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong minat generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian.
Menurutnya, Desa Seda juga memiliki posisi strategis sebagai wilayah hulu dengan banyak sumber mata air sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pembangunan.
“Wilayah hulu harus dijaga. Kalau infrastrukturnya baik, manfaatnya bukan hanya dirasakan masyarakat Desa Seda, tetapi juga wilayah di bagian hilir,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Toto memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan dibawa ke tingkat provinsi untuk diperjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Petani merupakan penyangga ketahanan pangan. Ketika mereka menghadapi persoalan, negara harus hadir memberikan solusi agar pertanian tetap menjadi sektor yang mampu menopang kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
