Siwindu.com – Suasana hangat mewarnai Aula Desa Cilimus, Jumat (12/9/2025), saat Toto Suharto, Anggota DPRD Jawa Barat, berbincang langsung dengan perangkat desa dan masyarakat sekitar. Kegiatan itu bertujuan menyosialisasikan Perda Jabar Nomor 6 Tahun 2019 tentang kewirausahaan daerah, sekaligus membuka ruang diskusi soal peluang ekonomi lokal di perbatasan Kuningan–Cirebon.
Toto yang pernah mengabdi selama 15 tahun sebagai anggota DPRD Kuningan, menekankan potensi ekonomi Cilimus yang cukup besar.
“Desa ini punya pasar tradisional yang menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi ini bisa lebih optimal,” ujarnya.
Salah satu strategi yang dikedepankan adalah peran Koperasi Merah Putih (KMP). Menurut Toto, koperasi ini bisa menjadi jawaban atas tantangan ekonomi kerakyatan, termasuk memutus mata rantai perdagangan yang biasanya dikuasai tengkulak.
“KMP hadir sebagai lembaga ekonomi masyarakat yang bisa bekerja secara efektif dan efisien. Tidak hanya menyediakan kebutuhan konsumen dengan harga lebih terjangkau, tapi juga membuka akses langsung ke produsen,” jelasnya.
Toto menambahkan, melalui KMP, hasil bumi maupun produk pertanian lokal bisa langsung dipasarkan tanpa harus melalui jalur panjang yang membebani harga. Dengan demikian, koperasi ini tidak sekadar lembaga ekonomi, tapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat.
Selain menyosialisasikan regulasi pemerintah, Toto juga menyinggung kemungkinan pemekaran daerah di Jawa Barat, khususnya wilayah Cirebon Timur yang masuk kategori daerah persiapan otonomi daerah.
“Sebagai wakil rakyat, tugas kita menyiapkan regulasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menyiapkan tata kelola wilayah yang lebih baik,” tambahnya.
Bagi Toto, mendorong ekonomi kerakyatan bukan hanya slogan politik, tapi langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Cilimus, dengan pasar tradisionalnya dan Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak, menjadi bukti nyata potensi itu.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini