Siwindu.com – Dinamika perebutan kursi Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Kuningan mulai menghangat. Sejumlah nama disebut-sebut memiliki peluang untuk menduduki posisi strategis tersebut.

Di tengah nama-nama yang ramai diperbincangkan, seperti kader Gerindra yang kini menjabat Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani SH MKn, Plt Ketua DPC Gerindra Kuningan sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kuningan Toto Tohari SE, hingga anggota DPR RI H Rokhmat Ardiyan MM, muncul pula nama Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi yang kini masuk dalam jajaran pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat.
Namun, di luar nama-nama tersebut, muncul pandangan berbeda dari pengamat politik Ade Ahmadi. Ia justru menyebut sosok yang dinilai memiliki pengalaman panjang dalam membangun Gerindra Kuningan, yakni H Dede Ismail SIP.
Menurut Ade, munculnya kembali nama Dede Ismail bukan tanpa alasan. Di tengah konstelasi politik Kuningan yang dinamis, pengalaman panjang Dede di internal partai dan panggung politik daerah dinilai menjadi modal yang patut diperhitungkan.
“Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, sosok Dede Ismail saya kira sangat layak untuk dipertimbangkan memimpin kembali Gerindra Kuningan,” ujar Ade Ahmadi, Selasa (29/9/2026).
Ia menilai Dede memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam perjalanan Gerindra di Kabupaten Kuningan. Bahkan, sebelum Gerindra berkembang seperti sekarang, Dede disebut telah menjadi bagian dari proses membangun dan membesarkan partai tersebut di tingkat daerah, dalam hal ini sebagai salah seorang pendiri Gerindra Kuningan sekitar tahun 2008.
Bagi Ade, pengalaman tersebut menjadi penting karena kondisi politik Kuningan saat ini membutuhkan kemampuan komunikasi yang kuat, bukan hanya di internal partai, tetapi juga dengan berbagai kekuatan politik lainnya.
“Dede Ismail sudah teruji kepemimpinannya sejak awal. Terlepas dari berbagai kekurangan yang pasti dimiliki setiap figur, Deis punya pengalaman dalam membangun Gerindra di Kuningan,” katanya.
Ade juga menyoroti pengalaman Dede Ismail yang pernah menduduki posisi pimpinan DPRD Kuningan. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal tersendiri dalam menghadapi dinamika politik di lembaga legislatif maupun membangun komunikasi dengan partai politik lain.
“Komunikasi politiknya sudah cukup teruji. Baik komunikasi antarpartai maupun komunikasi di internal DPRD Kuningan. Ini menjadi salah satu modal penting bagi seorang ketua partai,” ungkapnya.
Terlebih, kata Ade, seorang Ketua DPC partai politik tidak hanya dituntut mampu mengurus persoalan internal organisasi. Figur tersebut juga harus mampu membaca perubahan konstelasi politik, membangun komunikasi lintas partai, serta memahami karakter politik lokal.
Dalam konteks itu, Ade melihat Dede Ismail memiliki pengalaman yang cukup untuk menjalankan peran tersebut.
“Kalau bicara komunikasi politik, sosok Deis sudah tidak diragukan lagi. Ia sudah lama berada dalam dinamika politik Kuningan,” ujarnya.
Dede Ismail sendiri saat ini masih duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra. Pengalamannya di parlemen membuatnya dinilai memahami secara langsung dinamika politik yang berkembang di tingkat daerah.
Ade bahkan menyebut Dede beberapa kali berada dalam posisi strategis dalam dinamika politik Kuningan, baik di DPRD maupun dalam momentum politik lima tahunan.
“Dalam beberapa momentum politik lima tahunan di Kuningan, Deis juga menjadi bagian dari dinamika dan komunikasi politik. Itu menunjukkan bahwa dia memahami peta politik daerah,” katanya.
Menurut Ade, pengalaman tersebut bisa menjadi modal apabila Dede kembali dipercaya memimpin Gerindra Kuningan.
Ia berpandangan, Gerindra membutuhkan figur yang tidak hanya memiliki kapasitas elektoral, tetapi juga mempunyai pengalaman mengelola organisasi, memahami karakter kader, serta mampu menjalin komunikasi politik dengan berbagai pihak.
“Jadi bukan hanya soal siapa yang populer, tetapi siapa yang memahami organisasi dan peta politik Kuningan. Dari sisi pengalaman, Dede Ismail memiliki modal tersebut,” ucap Ade.
Meski demikian, Ade menegaskan, penentuan Ketua DPC Gerindra Kuningan sebagaimana pula partai lainnya, bukan berada pada keputusan publik maupun pengamat politik.
Menurutnya, siapa pun nama yang saat ini muncul masih merupakan bagian dari dinamika dan aspirasi politik yang berkembang.
“Keputusan terkait kepemimpinan DPC Gerindra tetap menjadi kewenangan internal partai sesuai mekanisme organisasi,” pungkasnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
