SIWINDU.com – Kasus dugaan kelalaian RSUD Linggajati Kuningan berbuntut panjang dan kini memasuki babak baru. Pasangan suami istri Andi (36) dan Irmawati (33), orang tua dari bayi yang meninggal dalam kandungan, resmi melaporkan pihak rumah sakit ke Polres Kuningan.
Mereka tak sendiri. Kuasa hukum dari Tim Hotman 911 turun langsung mendampingi, memastikan kasus ini masuk ke jalur hukum alias dimejahijaukan.
Selasa (15/7/2025) siang, rombongan kuasa hukum dan keluarga korban mendatangi Mapolres Kuningan di Jalan RE Martadinata, Ancaran, sebelah timur gedung DPRD Kuningan. Laporan resmi dilayangkan ke Satuan Reserse Kriminal atas dugaan kelalaian fatal dalam pelayanan medis yang dialami Irmawati saat proses persalinan.
“Alhamdulillah, tadi kami diterima langsung oleh Bapak Kapolres Kuningan. Selanjutnya kami resmi melaporkan dugaan kelalaian penanganan medis yang terjadi di salah satu rumah sakit daerah,” ujar Raden Reza Pramadia, kuasa hukum dari Tim Hotman 911 kepada sejumlah wartawan.
Reza menyebut, bayi dalam kandungan Irmawati meninggal dunia karena tidak segera mendapatkan tindakan medis, meski sudah datang dalam kondisi kritis, yakni pecah ketuban.
“Ini sangat jelas indikasi kelalaian. Klien kami datang ke rumah sakit dalam kondisi ketuban pecah, namun tidak segera ditindak secara medis. Tidak dilakukan tindakan kelahiran normal, tidak juga operasi sesar, padahal sudah ada indikasi medis yang mengharuskan itu,” tegasnya.
Menurut Reza, penundaan tindakan medis itu berlangsung hingga dua hari, yang menyebabkan bayi kekurangan air ketuban dan akhirnya meninggal dunia dalam kandungan. Tak hanya kehilangan sang buah hati, Irmawati juga masih mengalami trauma berat hingga kini.
“Tadi juga sudah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, bahwa memang ada dugaan kuat kelalaian medis. Dan sebagai kuasa hukum, kami akan kawal proses ini sampai tuntas. Keadilan harus ditegakkan,” ujar Reza.
Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran besar bagi seluruh rumah sakit dan tenaga medis di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kuningan.
“Hotman 911 hadir bukan untuk mencari sensasi. Kami ingin memastikan keadilan ditegakkan, dan kejadian memilukan seperti ini tidak terulang kembali di tempat lain,” pungkasnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini