Siwindu.com – Dugaan kasus fraud bernilai miliaran rupiah yang mencuat beberapa bulan lalu di salah satu bank milik BUMD ternama di Jawa Barat, kembali jadi sorotan publik. Pasalnya, alih-alih dilaporkan kepada aparat penegak hukum, oknum pegawai yang disebut-sebut terlibat, kabarnya justru hanya dimutasi ke kantor wilayah lain.
Langkah lunak manajemen ini menuai kritik keras publik yang mempertanyakan komitmen bank dalam menjaga integritas, apalagi lembaga tersebut mengelola dana publik yang bersumber dari masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kasus ini tidak boleh dianggap remeh. Kalau benar ada dugaan fraud miliaran, maka harus ada proses hukum yang transparan, bukan hanya diselesaikan secara internal. Kalau hanya dimutasi, sama saja memindahkan masalah ke tempat baru,” ujar Genie, pemerhati tata kelola keuangan daerah, Kamis (25/9/2025).
Dalam praktek perbankan nasional, lanjut Genie, bank-bank BUMN maupun BUMD biasanya mengambil langkah tegas, yakni melaporkan pegawai yang diduga terlibat fraud kepada penegak hukum. Hal itu bukan hanya untuk memberi efek jera, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik.
Namun, kata Genie, keputusan berbeda dari manajemen bank ini justru menimbulkan spekulasi liar. Pihaknya menduga ada standar ganda atau bahkan “perlindungan khusus” terhadap oknum tertentu. Dugaan konflik kepentingan di internal manajemen pun tak bisa dihindari.
“Sebagai bank yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, publik menilai seharusnya ada penjelasan terbuka mengenai alasan di balik kebijakan mutasi tersebut. Transparansi dinilai penting agar kepercayaan masyarakat tidak semakin tergerus,” ucapnya.
Untuk itu, lanjut Genie, Pemerintah Daerah selaku pemegang saham mayoritas didesak segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara transparan, dan diselesaikan dengan hukum yang berlaku.
“Pemda tidak boleh tinggal diam. Sebagai pemilik saham terbesar, mereka punya tanggung jawab moral untuk memastikan prinsip good corporate governance ditegakkan,” saran Genie.
“Dugaan kasus ini kini menjadi ujian serius bagi bank BUMD tersebut. Tanpa klarifikasi terbuka dan langkah tegas, keraguan publik akan terus membayangi, bahkan bisa berdampak pada reputasi keuangan daerah,” sambungnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini