Siwindu.com – Suara keberatan para pembudidaya ikan keramba jaring apung (KJA) di Waduk Darma akhirnya menggema hingga ke meja Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan. Mereka menilai belum dilibatkan dalam pasokan bahan pangan MBG, padahal produksi ikan lokal sangat melimpah.
Keluhan itu disampaikan salah seorang petani ikan di Desa Jagara, Kecamatan Darma yang enggan disebutkan namanya. Ia mengungkapkan para petani lokal belum merasakan dampak ekonomi dari program yang berjalan besar-besaran tersebut.
“Kalau program MBG benar-benar melibatkan pelaku perikanan lokal, tentu sangat membantu. Produksi ikan di Waduk Darma sebenarnya besar, tapi sering terkendala pasar dan biaya pakan,” ujarnya.
Menurutnya, jika ikan Waduk Darma dijadikan pasokan resmi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), masyarakat sekitar akan merasakan peningkatan ekonomi.
“Selama ini ikan dari Waduk Darma banyak dijual keluar daerah,” keluhnya.
Menanggapi protes tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan sekaligus Kepala Satgas MBG, Uu Kusmana SSos MSi, memastikan pihaknya segera mengambil langkah. Ia mengaku prihatin dan memahami keresahan pelaku perikanan.
“Dan tentunya saya selaku Satgas juga prihatin kalau memang pengusaha lokal kita terkait ikan di Waduk Darma tidak dimanfaatkan,” kata Uu saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025).
Uu menyatakan sudah mengimbau seluruh pengelola dapur MBG untuk mulai memasukkan olahan ikan ke dalam variasi menu. Instruksi itu ditujukan kepada seluruh SPPG agar potensi perikanan lokal bisa terserap secara optimal.
“Saya selaku Satgas tentunya menghimbau kepada seluruh SPPG atau dapur yang tersebar di Kabupaten Kuningan untuk memanfaatkan potensi ikan yang ada di Kabupaten Kuningan ini, salah satunya dari para petani keramba Waduk Darma,” tegasnya.
Ia menambahkan, penggunaan ikan lokal bukan hanya memperkaya menu, tetapi juga menciptakan efek ganda bagi ekonomi rakyat.
“Pemanfaatan ikan lokal juga akan menggerakkan roda perekonomian kerakyatan, khususnya bagi para petani ikan di Waduk Darma,” jelas mantan Kadisdik Kuningan ini.
Uu berharap variasi menu berbasis ikan lokal dapat segera diterapkan, meski tidak harus menjadi santapan harian.
“Walaupun kan tidak harus setiap hari, tapi bisa seminggu berapa kali. Dan ini juga akan berdampak pada perputaran ekonomi petani ikan di Waduk Darma,” ungkapnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini