Siwindu.com – Menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Kabupaten Kuningan, dinamika internal partai mulai ramai dibicarakan publik. Namun Ketua DPC PDIP Kuningan yang juga Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy SE, memastikan situasi internal PDIP Kuningan tetap solid dan terkendali.
Hal itu ia tegaskan dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan termasuk Siwindu.com di Pressroom DPRD Kuningan, Senin (17/11/2025) siang.
Isu “dukungan beralih” yang santer beredar, termasuk kabar yang menyebutkan sebagian kader disebut condong ke nama lain seperti Rana Suparman SSos, langsung dibantah tegas oleh Nuzul.
“Tidak ada yang berubah. Hari ini kita masih tetap sesuai dengan ketentuan SK DPP PDIP Nomor 01 Tahun 2025 tentang penjaringan, penyaringan, dan penetapan,” tegasnya.
Nuzul juga menegaskan, tidak ada penundaan atau ketidakjelasan terkait waktu Konfercab. Menurutnya, jadwal resmi tetap mengacu pada aturan yang sudah ditetapkan DPP, yakni 2025.
“Masalah ditunda-tunda itu tidak ada. Itu hanya estimasi. Yang jelas SK perpanjangan DPD–DPC itu sampai tahun 2025. Maka tahun 2025 ini harus dilaksanakan konferensi-konferensi. Pastinya kapan? Ya pastinya tahun 2025,” ujarnya sambil tertawa.
Ia menjelaskan, perpanjangan masa bakti yang sebelumnya berakhir tahun 2024 telah disesuaikan dengan keputusan Kemenkumham, sehingga masa perpanjangan struktur partai berakhir tahun 2025.
Soal peluang terpilih lagi atau tidak, Nuzul menyatakan tidak bisa berandai-andai. Ketika ditanya peluang dirinya kembali dipercaya memimpin DPC PDIP Kuningan, Nuzul memilih merendah.
“Tidak berandai-andailah ya. Kita sadar, di partai itu harus siap ditempatkan di mana saja. Apalagi kalau dipercaya lagi. Tapi kita tidak berandai-andai,” katanya lagi.
Menjawab isu yang beredar terkait Fraksi PDIP DPRD Kuningan yang diketuai Rana Suparman, Nuzul menyebut koordinasi antara DPC dan Fraksi PDIP di DPRD Kuningan selama ini berjalan baik. Ia menepis anggapan ada manuver atau gesekan internal.
“Alhamdulillah, sering ada koordinasi. Fraksi itu kan kepanjangan tangan dari partai. Jadi apa pun yang dilakukan fraksi, semuanya di bawah pengawalan partai,” tegas Nuzul.
Ia kembali menggarisbawahi, koordinasi internal tidak harus selalu dipublikasikan.
“Enggak ada yang terselubung. Tidak setiap koordinasi harus dirilis atau disampaikan ke umum,” katanya.
Sementara itu, hubungan antara dirinya dengan para anggota fraksi juga berjalan normal.
“Biasa saja. Tidak ada sesuatu yang luar biasa,” tutupnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini