SIWINDU.COM – Kelangkaan susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan, mulai menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa. Sudah lebih dari dua minggu, menu susu tak lagi muncul dalam paket makanan yang dibagikan kepada peserta didik di sejumlah sekolah.
Kondisi ini membuat banyak orang tua bertanya-tanya mengenai konsistensi program yang sebelumnya disosialisasikan memiliki unsur susu sebagai salah satu penunjang gizi.
Seorang orang tua siswa TK di wilayah Kecamatan Kramatmulya mengungkapkan kebingungannya, Selasa (2/12/2025). Ia mengatakan, anaknya beberapa kali mempertanyakan hilangnya susu dalam menu MBG yang biasa ia terima setiap pekan.
“Anak saya sampai nanya, ‘Bund, kok susunya nggak ada lagi?’ Karena sebelumnya ada. Tapi sudah dua minggu lebih ini benar-benar tidak muncul. Kami juga bingung harus menjelaskan seperti apa,” ujarnya seraya meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurutnya, keberadaan susu dalam menu MBG sangat penting, terutama bagi anak usia dini yang masih membutuhkan asupan kalsium dan protein tambahan. Hilangnya susu dari menu membuat orang tua merasa program berjalan tidak stabil.
Keluhan senada juga muncul dari sejumlah orang tua lainnya. Mereka mengaku bukan mempermasalahkan variasi makanan, namun merasa janggal karena elemen gizi yang dianggap penting itu hilang tanpa penjelasan apa pun.
“Awal-awal program, susu itu ada. Sekarang, jangankan seminggu sekali, sudah dua minggu lebih ini tidak pernah lagi muncul. Kita sebagai orang tua tentu khawatir, apa memang sudah tidak disediakan atau bagaimana,” kata seorang orang tua lain yang meminta identitasnya juga tidak disebutkan.
Beberapa orang tua bahkan sempat menanyakan langsung ke pihak sekolah, namun jawaban yang diterima berbeda-beda, ada yang menyebut soal suplai, ada yang menyebut menunggu instruksi lanjutan, ada juga menyebut barangnya habis karena permintaan overload.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini