7 Anak Terseret Sungai Cisanggarung Kuningan, 1 Belum Ditemukan

7 Remaja Terseret Sungai Cisanggarung Kuningan, 1 Belum Ditemukan
Tim penyelamat saat bersiap melakukan pencarian awal atas hanyutnya pelajar SMP di Sungai Cisanggarung Kabupaten Kuningan, Rabu (10/12/2025) siang. Foto: ist
Desember 10, 2025 108 Dilihat

SIWINDU.COM – Tujuh anak yang tengah bermain dan berenang di Sungai Cisanggarung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tiba-tiba terseret arus kuat, Rabu (10/12/2025) siang. Satu anak dinyatakan hilang dan hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB di Blok Leuwi Cadas, Dusun 2 Desa Benda, Kecamatan Luragung. Menurut Danramil 1507/Luragung, Kapten Arh Fatkhur Azis, ketujuh anak tersebut awalnya bermain di bagian sungai yang terlihat dangkal dan aman.

“Awalnya kedalaman air hanya sebatas lengan saat berdiri. Namun tiba-tiba salah satu anak, GBS (14), terpeleset ke bagian yang lebih dalam dan langsung tenggelam. Informasi itu pertama kali disampaikan temannya, ML,” jelas Kapten Fatkhur saat dikonfirmasi wartawan.

Melihat GBS terseret arus, beberapa temannya, I, L, dan MAR, spontan berusaha menolong. Namun derasnya aliran air membuat upaya mereka gagal.

“Mereka mencoba menggapai tangan korban, tetapi arus mendadak sangat kuat. Anak itu langsung terbawa jauh. Teman-temannya panik dan segera meminta bantuan warga,” lanjut Danramil.

Adapun anak-anak yang terlibat dalam insiden tersebut masing-masing berinisial GBS (14), pelajar SMP, warga Kecamatan Ciawigebang (belum ditemukan). Kemudian yang selamat 6 anak terdiri dari AHR (13), ML (14), MAR (13), D (13), MS (13) dan DY (13).

Setelah menerima laporan cepat dari Babinsa Koptu Anjar Mardianto yang langsung menuju lokasi, Danramil segera mengoordinasikan upaya penanganan.

“Kami bergerak cepat. Melaporkan kejadian ke unsur terkait, memintai keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Polsek Luragung dan BPBD Kuningan. Tim gabungan terus menyusuri aliran Sungai Cisanggarung untuk mencari korban yang hilang,” ujar Kapten Fatkhur Azis.

Ia menambahkan, pihak keluarga sudah dihubungi dan terus mendapatkan pendampingan.

Baca Juga:  Bola Masuk Selokan, Bocah SD di Alam Asri Kuningan Hanyut Diterjang Arus Hujan

“Kondisi keluarga tentu sangat terpukul. Kami berusaha semaksimal mungkin agar korban segera ditemukan,” ucapnya.

Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim hujan ketika debit air sungai kerap meningkat tanpa tanda.

“Air sungai bisa berubah dalam hitungan detik. Kami harap masyarakat, terutama anak-anak, lebih berhati-hati,” tutup Danramil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *