Anak TK Bakal Terima PIP Mulai 2026, Mendikdasmen: Rp450 Ribu per Tahun

Anak TK Bakal Terima PIP Mulai 2026, Mendikdasmen: Rp450 Ribu per Tahun
Mendikdasmen Abdul Mu'ti didampingi Bupati Kuningan Dian R Yanuar, menggunting pita peresmian TK Labschool Universitas Muhammadiyah Kuningan, Sabtu (20/12/2025) siang. Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
Desember 21, 2025 23 Dilihat

SIWINDU.COM – Pemerintah pusat resmi memperluas sasaran Program Indonesia Pintar (PIP). Mulai tahun 2026, bantuan pendidikan tersebut tidak hanya diberikan kepada siswa SD hingga SMK, tetapi juga menyasar anak-anak usia Taman Kanak-kanak (TK).

Kebijakan strategis tersebut disampaikan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, saat kunjungan kerja di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dalam rangka Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 sekaligus peresmian TK Labschool Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan, Sabtu (20/12/2025) siang.

“Mulai tahun 2026, Program Indonesia Pintar kami perluas hingga jenjang TK. Nilai bantuannya sekitar Rp450.000 per tahun untuk setiap anak,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan tamu undangan.

Menurutnya, perluasan PIP ini merupakan bagian dari kebijakan besar Kemendikdasmen dalam memperkuat Wajib Belajar 13 Tahun, yang dimulai sejak pendidikan anak usia dini. Pemerintah menargetkan sekitar 888.000 anak TK di seluruh Indonesia akan menjadi penerima manfaat pada tahap awal program tersebut.

Abdul Mu’ti menegaskan, kehadiran PIP bagi anak TK diharapkan mampu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan angka partisipasi pendidikan usia dini, khususnya di wilayah pedesaan.

“Negara harus hadir sejak awal. Pendidikan usia dini adalah fondasi pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Karena itu, kami menargetkan ke depan minimal terdapat satu TK di setiap desa,” jelasnya.

Selain memperluas PIP, Kemendikdasmen juga menyiapkan program beasiswa bagi guru PAUD dan SD yang belum memiliki kualifikasi pendidikan D4 atau S1. Beasiswa tersebut diberikan sebesar Rp3 juta per semester sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik.

Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Universitas Muhammadiyah Kuningan sebagai tuan rumah kegiatan. Rektor UM Kuningan, Wawang Anwarudin, menilai langkah pemerintah memperluas PIP hingga TK sebagai bukti nyata keberpihakan negara terhadap pendidikan dasar dan usia dini.

Baca Juga:  Hari Pendidikan Nasional, Sudahkah Kita Merdeka Belajar Beneran?

“Ini adalah kebijakan progresif dan sangat dinantikan. Sinergi antara pemerintah dan persyarikatan seperti Muhammadiyah menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan di Kuningan tersebut juga diisi dengan peresmian TK Labschool UM Kuningan serta peletakan batu pertama pembangunan Gedung SD ‘Aisyiyah Kuningan.

Gedung TK yang diresmikan mendapat perhatian khusus dari Mendikdasmen karena mengusung konsep ramah anak dan pembelajaran berbasis alam, lengkap dengan taman sayuran dan kolam ikan sebagai sarana edukasi kontekstual sejak usia dini.

Tampak hadir dalam kunjungan Mendikdasmen selain jajaran UM Kuningan, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar beserta Wakil Bupati Titi Andriani, Wakil Ketua DPRD Ujang Kosasih, Ketua DPD Golkar Asep Setia Mulyana beserta undangan lainnya. Tampak pula staf khusus KSP (Kantor Staf Presiden) AA Ade Kadarisman yang merupakan akademisi dari Kuningan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *