SIWINDU.COM – Warga Blok Wangun, Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan, Jawa Barat, menggelar tradisi Rewahan dalam rangka menyambut bulan Sya’ban 1446 Hijriah, Selasa (3/2/2026). Tradisi turun-temurun ini berlangsung khidmat dan sarat makna, menjadi ruang kebersamaan warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai keimanan.
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Kuningan, Reni Parlina, turut hadir dan larut bersama masyarakat dalam rangkaian acara tersebut. Ia mengikuti doa bersama hingga prosesi sedekah makanan yang telah lama menjadi ciri khas tradisi Rewahan di lingkungan tersebut.
“Tradisi Rewahan ini mengajarkan kita tentang kesederhanaan, kebersamaan, dan berbagi. Di tengah kehidupan yang terus berubah, nilai-nilai seperti ini justru harus dijaga,” ujar Reni.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual menjelang bulan Sya’ban. Setelah itu, warga melaksanakan potong tumpeng yang merupakan hasil sedekah bersama.
Tumpeng / congcot (dalam bahasa Sunda) kemudian dibagikan kepada masyarakat, dengan masing-masing warga membawa wadah sendiri dari rumah, mencerminkan kesahajaan dan semangat gotong royong.
Tak hanya itu, tradisi Rewahan di Blok Wangun juga diisi dengan penyembelihan kambing sebagai bentuk sedekah. Dagingnya dibagikan kepada warga untuk dinikmati bersama, menambah kekhidmatan sekaligus kehangatan suasana kebersamaan.
Menurut Reni Parlina, tradisi seperti Rewahan bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga warisan budaya lokal yang memiliki nilai sosial tinggi.
“Rewahan menjadi pengikat sosial warga. Dari sini kita belajar bahwa dalam kesederhanaan pun, masyarakat masih bisa berbagi dan memperkuat tali silaturahmi,” ungkapnya.
Tradisi Rewahan di Blok Wangun, Citangtu, telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun menyambut bulan Sya’ban. Hingga kini, tradisi tersebut tetap lestari dan menjadi simbol kekuatan kebersamaan warga dalam menjaga nilai-nilai budaya dan keagamaan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini