GPM Spesial Ramadan di Garawangi Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Murah dari Pasar

GPM Spesial Ramadan di Garawangi Diserbu Warga, Harga Pangan Lebih Murah dari Pasar
Kepala Diskatan Kuningan saat berbincang dengan warga Citiusari kecamatan garawangi dalam kegiatan GPM Dirahmati, Selasa (10/3/2026). Foto: ist
Maret 10, 2026 25 Dilihat

Siwindu.com – Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi saat ratusan warga memadati lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi) di Desa Citiusari, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Selasa (10/3/2026).

Program yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tersebut menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Kuningan.

Berbagai komoditas strategis disediakan dalam kegiatan tersebut dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Di antaranya beras medium Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam Rp29.000 per kilogram, daging sapi Rp120.000 per kilogram, dan daging ayam Rp36.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia pula komoditas hortikultura seperti bawang merah Rp38.000 per kilogram, bawang putih Rp32.000 per kilogram, cabai merah Rp9.000 per seperempat kilogram, cabai keriting Rp40.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau Rp40.000 per kilogram.

Dalam pesan Bupati Kuningan yang disampaikan melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Wahyu Hidayah, ditegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan. Menurutnya, pemerintah harus hadir secara nyata untuk menjaga keseimbangan antara pasokan pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Momentum Ramadan identik dengan meningkatnya kebutuhan pangan. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah agar harga tetap terkendali dan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa stabilitas harga pangan merupakan faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Sementara itu, Wahyu Hidayah menjelaskan, pelaksanaan GPM DIRAHMATI di Desa Citiusari merupakan lokasi ke-14 dari rangkaian Gerakan Pangan Murah yang digelar selama Ramadan tahun ini. Menurutnya, program tersebut dirancang sebagai bentuk intervensi pasar yang terukur agar harga pangan tetap stabil sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Baca Juga:  Jambore Pertanian Jawa Barat 2025 Kuningan Teguhkan Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Ia mencontohkan sejumlah selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar. Beras medium yang di pasaran berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram dijual Rp12.000 per kilogram dalam GPM. Gula pasir yang biasanya mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram dijual Rp15.000 per kilogram. Sementara minyak goreng yang di pasar berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter tersedia di GPM dengan harga Rp15.500 per liter.

“Selisih harga ini mungkin terlihat kecil, tetapi bagi ribuan rumah tangga tentu sangat berarti, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat,” jelasnya.

Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada insan media yang selama ini turut membantu menyebarluaskan informasi mengenai program Gerakan Pangan Murah kepada masyarakat. Menurutnya, peran media sangat penting agar masyarakat mengetahui berbagai program pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

“Kami sangat mengapresiasi teman-teman media yang telah membantu menginformasikan program GPM kepada masyarakat secara luas,” ujarnya.

Menanggapi adanya informasi dari media mengenai dugaan harga komoditas GPM yang disebut-sebut sama atau bahkan lebih mahal dibandingkan harga pasar, Wahyu menegaskan pihaknya terbuka terhadap setiap masukan.

Ia meminta agar laporan tersebut disampaikan secara jelas terkait lokasi kegiatan dan jenis komoditas yang dimaksud agar dapat segera dilakukan evaluasi.

“Jika memang ada laporan seperti itu, mohon diinformasikan secara jelas GPM di mana dan komoditas apa yang dimaksud. Kami tentu akan segera melakukan evaluasi,” tegasnya.

Menurut Wahyu, dalam setiap pelaksanaan GPM tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selalu melakukan pengecekan harga pasar di lokasi kegiatan agar harga yang dijual benar-benar lebih murah.

Ia mencontohkan saat pelaksanaan GPM di Desa Sindang, Kecamatan Lebakwangi, di mana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat memiliki usaha peternakan ayam petelur dengan harga telur sekitar Rp28.000 per kilogram. Saat GPM digelar di desa tersebut, harga telur disesuaikan menjadi Rp27.000 per kilogram agar tetap lebih rendah dari harga lokal.

Baca Juga:  Serentak di 7 Kecamatan, Diskatan Kuningan Perkuat Perlindungan Tanaman Padi

Hal serupa juga terjadi pada kegiatan di Desa Citiusari. Setelah berdialog langsung dengan masyarakat mengenai harga telur yang berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram, harga telur dalam GPM saat itu juga langsung diturunkan menjadi Rp28.000 per kilogram.

“Artinya, kami memastikan harga komoditas di GPM tetap lebih murah dibandingkan harga pasar maupun harga di wilayah tempat kegiatan digelar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya selalu berdialog langsung dengan masyarakat di setiap pelaksanaan GPM untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap program tersebut.

Menurutnya, mayoritas warga menyampaikan bahwa keberadaan GPM sangat membantu karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar dengan kualitas komoditas yang tetap baik.

“Alhamdulillah hampir semua masyarakat menyampaikan merasa terbantu karena harga lebih murah dibandingkan pasar, sementara kualitas bahan pangannya tetap bagus,” tuturnya.

Tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya warga yang datang bahkan sebelum kegiatan dimulai. Di sejumlah lokasi, bahan pangan yang disediakan kerap habis terjual dalam waktu relatif singkat.

Pada pelaksanaan GPM kali ini, pemerintah menyiapkan pasokan pangan dalam jumlah cukup besar, di antaranya 3 ton beras, sekitar 300 liter minyak goreng, 250 kilogram telur ayam, 250 kilogram daging sapi, serta ratusan kilogram gula pasir dan berbagai komoditas hortikultura lainnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Di sela kegiatan, Wahyu sempat melontarkan sejumlah pertanyaan spontan kepada warga terkait pengetahuan pangan dan program pemerintah.

Warga yang mampu menjawab dengan benar langsung mendapatkan hadiah paket sembako, yang semakin menambah semarak suasana. Gelak tawa dan antusiasme warga pun terlihat ketika mereka saling berebut menjawab pertanyaan.

Untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui live streaming oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan melalui berbagai platform media sosial resmi seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook.

Melalui program GPM DIRAHMATI ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat stabilisasi harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah selama bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *