Kunjungi Kuningan, Kapolda Jabar Ajak Masyarakat Perangi Begal

Siwindu.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi aksi kejahatan, termasuk begal. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama.

Hal itu disampaikan Pipit saat berkunjung ke Mapolres Kuningan, Selasa (11/8/2026). Dalam kunjungannya, ia didampingi Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama.

Pipit mengatakan, berbagai kasus kejahatan yang terjadi di Jawa Barat tidak muncul tanpa sebab. Ada sejumlah faktor yang menjadi pemicu dan perlu ditangani secara bersama-sama agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Setiap kejadian kejahatan itu tidak berdiri sendiri, pasti ada faktor-faktor pemicu yang lain,” kata Pipit kepada sejumlah wartawan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Kapolda adalah keterlibatan remaja dalam sejumlah tindak kriminal. Bahkan, kata dia, beberapa pelaku masih berstatus sebagai pelajar.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius dari keluarga, khususnya orang tua. Pengawasan dan kepedulian terhadap anak dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah mereka terjerumus ke dalam perilaku kriminal.

“Beberapa peristiwa dan beberapa pelaku ini didominasi anak-anak yang masih tergolong remaja dan masih sekolah. Karena itu, kita dorong kepedulian semua pihak. Bukan hanya pemerintah yang peduli, tetapi orang tua juga harus peduli,” ujarnya.

Selain keluarga, Pipit juga menekankan pentingnya peran sekolah dan lingkungan dalam melakukan pencegahan. Masyarakat diminta tidak bersikap pasif apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tagline baru Polda Jawa Barat, JAWARA. Tagline itu tidak sekadar menjadi slogan institusi kepolisian, tetapi diharapkan menjadi semangat bersama untuk menjaga dan merawat Jawa Barat.

Baca Juga:  Kapolres Kuningan Kenalkan Jargon "BAGEUR", Jadi Landasan Budaya Kerja dan Pelayanan kepada Masyarakat

Pipit mengungkapkan, sebelum menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, dirinya bersama tim telah melakukan penelitian untuk memetakan situasi keamanan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 10 ribu responden, termasuk pemetaan persoalan di setiap kabupaten. Hasilnya menunjukkan bahwa masing-masing daerah memiliki karakter persoalan yang berbeda.

Dari pemetaan itu, kepolisian berupaya menangkap berbagai keresahan masyarakat sekaligus harapan warga terhadap kondisi Jawa Barat ke depan. Salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius adalah aksi begal.

“Harapan-harapan masyarakat bagaimana ke depan menjaga dan merawat Jawa Barat ini dengan berbagai macam keresahan yang harus kita tanggulangi. Kita akan serius menjawab harapan-harapan masyarakat,” tegasnya.

Polda Jabar bersama jajaran, lanjut Pipit, telah melakukan sejumlah pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku begal. Namun, upaya pemberantasan kejahatan tersebut tidak akan optimal apabila hanya dibebankan kepada kepolisian.

“Kita akan lawan begal bersama-sama karena keamanan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Pipit juga menilai persoalan keamanan berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif tidak hanya dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi juga dengan mendorong berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut, keberhasilan pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan dan menekan angka pengangguran turut berpengaruh terhadap kondisi sosial. Kepolisian pun akan mendorong agar berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan baik.

Termasuk di antaranya penguatan kelompok tani dan kelompok masyarakat lainnya. Dengan semakin terbukanya lapangan pekerjaan dan aktivitas produktif, diharapkan angka pengangguran dapat ditekan sekaligus mengurangi potensi munculnya persoalan sosial.

Selain persoalan kriminalitas dan sosial ekonomi, Polda Jabar juga menaruh perhatian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki kawasan hutan dan pegunungan.

Baca Juga:  AKBP Bellen Anggara Pratama Resmi Jabat Kapolres Kuningan, Ini Perjalanan Kariernya

Pipit menegaskan, menjaga keamanan Jawa Barat membutuhkan kerja bersama. Polisi, pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *