H-1 HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sholawat Maulid Nabi Muhammad SAW Bergema di Desa Cilaja

Siwindu.com – Sehari menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana religius menyelimuti Desa Cilaja, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.

Ratusan warga memadati lokasi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Islam Desa Cilaja, Minggu (16/8/2026) siang.

Gema sholawat mengiringi rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh khidmat. Peringatan Maulid Nabi kali ini menjadi kegiatan perdana yang digelar MDTA Nurul Islam tahun 2026 sekaligus dirangkaikan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kehadiran ratusan warga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Jamaah dari berbagai kalangan larut dalam lantunan sholawat yang dibawakan Grup Hadroh Nurul Mustofa Desa Cilaja.

Suasana semakin semarak melalui ceramah Nada dan Dakwah yang disampaikan Ustadz H Enda Rohenda SH MM, yang merupakan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Kuningan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Enda mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid, kata dia, hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi mampu melahirkan perubahan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam membangun akhlak, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Pimpinan Nurul Islam Cilaja, Kiyai Jaja Jahidin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan bersama-sama mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi dengan penuh kekhidmatan.

Menurut Kiyai Jaja, Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Terlebih, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun kebersamaan dan menjaga persatuan.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga berakhlak mulia, mencintai bangsa dan negara, serta mampu menjaga tradisi kebersamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  D’Jons Pool Family Billiard N Café Diresmikan, Bupati Dian: Dari Hobi Jadi Industri Olahraga

“Semoga melalui peringatan Maulid Nabi ini, kecintaan kita kepada Rasulullah SAW semakin kuat. Anak-anak dan generasi muda juga diharapkan dapat mengambil keteladanan dari akhlak Rasulullah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Kiyai Jaja.

Nuansa kebangsaan turut terasa karena kegiatan digelar tepat satu hari sebelum 17 Agustus. Semangat memperingati kemerdekaan dipadukan dengan syiar keagamaan, menjadi momentum untuk menguatkan persaudaraan dan persatuan masyarakat.

Rangkaian acara kemudian mencapai puncaknya melalui Mahalul Qiyam. Seluruh jamaah berdiri dengan penuh khidmat sembari melantunkan sholawat sebagai ungkapan kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Gema sholawat yang memenuhi lokasi acara menjadi penutup yang sarat makna. Di tengah suasana menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, masyarakat Desa Cilaja meneguhkan kembali semangat kebersamaan melalui syiar Islam dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut pun menjadi momentum untuk merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat nilai persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air di tengah masyarakat Desa Cilaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *