Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Terjang Maleber, Puluhan Rumah Rusak

Siwindu.com – Hujan lebat disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026) sore. Bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, pohon-pohon bertumbangan, hingga akses jalan sempat tertutup.

Berdasarkan laporan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, sedikitnya 75 rumah terdampak di Desa Mekarsari. Dari jumlah tersebut, enam rumah mengalami kerusakan berat, empat rumah rusak sedang, dan 65 rumah lainnya rusak ringan.

Dampak bencana juga memaksa dua kepala keluarga dengan total delapan jiwa mengungsi. Sementara itu, satu fasilitas umum berupa bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengalami kerusakan sedang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana SSTP, melalui laporan pemutakhiran penanganan bencana menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 17.30 WIB.

Kondisi tersebut memicu pohon tumbang di sejumlah titik di Kecamatan Maleber, meliputi Desa Maleber, Desa Mekarsari, dan Desa Buniasih.

Di Dusun Tarikolot, Desa Maleber, sebuah pohon mangga setinggi sekitar tujuh meter dengan diameter 70 sentimeter tumbang dan menimpa bagian atap ruang tamu rumah milik Anta Suanta (52). Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada bangunan rumah.

Sementara itu, dampak lebih luas terjadi di Dusun Kadatuan dan Dusun Widara, Desa Mekarsari. Sebuah pohon trembesi dengan tinggi sekitar 30 meter dan diameter sekitar dua meter tumbang hingga menutup akses jalan.

Tak hanya menghambat mobilitas warga, kejadian tersebut juga berdampak pada puluhan rumah di kawasan permukiman tersebut.

Di Dusun 2 Sulang, Desa Buniasih, pohon petai dan pohon mangga turut tumbang. Kedua pohon tersebut menimpa kandang ayam hingga menyebabkan kerusakan pada bagian atapnya.

Baca Juga:  Gerakan Tanah Terjang Desa Padarama, 5 Rumah Warga Terancam Ambruk

Meski menimbulkan kerusakan di tiga desa, BPBD Kabupaten Kuningan melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Merespons kejadian itu, BPBD Kabupaten Kuningan menerjunkan tim asesmen dan tim penanganan untuk mendata dampak sekaligus melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Penanganan dilakukan bersama aparat desa, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, instansi terkait, serta masyarakat setempat. Petugas dan warga bergotong royong memangkas serta membersihkan material pohon yang tumbang dan menghalangi akses jalan.

Dalam laporan BPBD, penanganan pohon tumbang dilakukan sejak Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB. Upaya tersebut membuat akses jalan yang sebelumnya tertutup kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dalam laporan pemutakhiran tertanggal Jumat (30/10/2026), BPBD juga mencatat kebutuhan darurat berupa material bangunan, mesin gergaji mesin atau chainsaw, serta logistik untuk mendukung penanganan dampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana SSTP, melalui laporan penanganan bencana tersebut mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas selama musim penghujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *