Siwindu.com – Kediaman elite di kawasan Bridle Path, Toronto, menjadi lokasi penyerangan bersenjata pada Kamis (29/10/2026) pagi waktu setempat. Seorang CEO perusahaan real estate asal Kanada beserta keluarganya diserang secara brutal oleh tiga penyusup bertopeng. Insiden ini mengakibatkan dua anggota keluarga menderita cedera serius (life-altering injuries) dan kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Konfrontasi Bersenjata di Tengah Malam
Menurut keterangan Inspektur Polisi Toronto, Kristy Smith, komplotan penyusup diduga merangsek masuk sekitar pukul 03.40 dini hari setelah menjebol pintu belakang rumah yang terkunci.
Tiga pria bertopeng—dua di antaranya bersenjata api dan satu membawa palu—langsung menuju lantai dua. Mereka menyekap dan menyerang David Morton (75), CEO MAC Group, beserta istrinya, Doriana Zohil-Morton (64), dan dua putri dewasa mereka, Maggie serta Cristina Zohil-Morton.
Konfrontasi fisik tak terelakkan saat keluarga tersebut berusaha melawan. Di tengah kekacauan, senjata api meletus berkali-kali. David Morton dan salah satu putrinya tertembak di bagian kaki, sementara putrinya yang lain terkena tembakan di bawah lengan. Istri Morton, Doriana, turut menjadi korban setelah dipukul menggunakan palu secara brutal.
:max_bytes(150000):strip_icc():focal(749x0:751x2):format(webp)/Toronto-police-investigate-after-3-shot-in-Bridle-Path-home-invasion-4-103026-ca51755f386d45e5bc8546b89b96dbf4.jpg?crop=1200%2C630%2C0%2C85)
Ciri-Ciri Tersangka dan Motif Perampokan
Hingga kini, Kepolisian Toronto masih memburu ketiga tersangka yang dilabeli sebagai buronan “bersenjata dan sangat berbahaya”. Polisi mendeskripsikan para pelaku sebagai tiga pemuda berusia sekitar 20-an tahun. Tersangka pertama diidentifikasi sebagai pria berkulit hitam, sedangkan tersangka kedua bertubuh kurus. Komplotan ini beraksi mengenakan pakaian gelap, masker, dan melarikan diri menggunakan mobil SUV.

Temuan awal polisi mengarah pada motif perampokan (home invasion robbery). Bridle Path dikenal sebagai lingkungan elite dengan deretan properti bernilai miliaran dolar, menjadikannya target menggiurkan bagi para pelaku kejahatan. Kendati polisi belum merinci barang berharga yang hilang, mereka mengonfirmasi bahwa tidak ada mobil mewah milik keluarga yang dicuri.
“Ini adalah pengalaman yang menakutkan dan mengancam jiwa. Sangat sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata mengenai trauma dari kejadian mengerikan yang terjadi di tempat di mana setiap orang seharusnya merasa paling aman, yaitu rumah mereka sendiri,” ungkap David Morton dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat sore.
Kecaman Pejabat Publik
Kekerasan yang terjadi di kawasan elite ini memicu reaksi keras. Wali Kota Toronto, Olivia Chow, menyatakan kemarahannya melalui platform media sosial X.
“Saya sangat terganggu oleh invasi rumah yang sarat kekerasan ini. Pikiran saya bersama keluarga korban dan orang-orang yang mereka cintai. Kekerasan semacam ini tidak dapat diterima di kota kita,” tegas Chow.
Melalui pesannya, David Morton menuntut agar para pelaku segera diadili. “Tidak ada keluarga yang harus mengalami hal ini. Orang-orang seharusnya bisa tidur nyenyak di rumah mereka tanpa takut diancam nyawanya oleh penyusup bersenjata,” pungkasnya.
Sumber Referensi:
- Fox Business – Masked intruders shoot Toronto CEO and family in mutli-million-dollar home invasion
- New York Post – Masked intruders who attacked Canadian family are ‘armed and dangerous’
- People Magazine – Real Estate CEO, His 2 Daughters and Wife Shot After Masked Men Invade Their Home
- Toronto Star – Father in Bridle Path home invasion speaks out
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini
