Petani Desa Tambakbaya Jual Gabah Langsung ke Bulog, Harga Lebih Menguntungkan

Petani Desa Tambakbaya Jual Gabah Langsung ke Bulog, Harga Lebih Menguntungkan
Didampingi Babinsa setempat, petani di Desa Tambakbaya Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, memperlihatkan hasil panen gabah yang dijual langsung ke Bulog. (Foto: ist)
April 16, 2025 127 Dilihat

Siwindu.com – Pemerintah pusat melalui Perum Bulog terus menggencarkan program penyerapan gabah langsung dari petani sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. Di Kabupaten Kuningan, salah satu desa yang sudah menjalankan program ini dengan baik adalah Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi.

Melalui Kelompok Tani Warga Saluyu, para petani di desa tersebut menyambut antusias program ini. Mereka kini menjual gabah hasil panennya langsung ke pihak Bulog tanpa melalui proses penjemuran terlebih dahulu. Sistem ini dinilai lebih efisien, menguntungkan, dan menekan berbagai biaya tambahan yang selama ini membebani petani.

“Program ini sangat membantu, Pak. Selain memangkas waktu dan tenaga, kami tidak perlu lagi menjemur gabah. Langsung ditimbang dan dibayar. Bagi kami, ini jauh lebih praktis,” ujar Ketua Kelompok Tani Wargi Saluyu, Desa Tambakbaya, Ruswanto.

Petani Desa Tambakbaya Jual Gabah Langsung ke Bulog, Harga Lebih Menguntungkan
Para petani di Desa Tambakbaya Kecamatan Garawangi, menjual langsung gabah hasil panennya ke Bulog. (Foto: ist)

Ia menjelaskan bahwa dari sisi pendapatan, harga yang ditawarkan Bulog untuk gabah kering panen (GKP) sangat kompetitif. Jika dibandingkan dengan menjual gabah kering pungut setelah melalui proses penjemuran dan penyusutan bobot, selisih keuntungannya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ton.

“Kalau dihitung-hitung, menjual ke Bulog ini jauh lebih untung. Tidak ada biaya jemur, tidak ada susut. Gabah langsung masuk timbangan dan uang langsung dibayarkan. Ini sangat meringankan kami,” tambahnya.

Petani juga berharap program ini tidak bersifat musiman. Mereka ingin agar penyerapan gabah oleh Bulog menjadi program berkelanjutan sepanjang tahun, agar stabilitas harga di tingkat petani tetap terjaga dan mereka dapat merencanakan produksi dengan lebih tenang.

Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi, juga menyampaikan dukungan penuh atas pelaksanaan program ini. Ia menyebut bahwa sejak awal berjalan, proses penyerapan gabah di wilayahnya berlangsung lancar dan tanpa hambatan.

Baca Juga:  Petani Milenial di Kuningan Tembus 10 Ribu, Pemkab Bantah Klaim Regenerasi Gagal

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan baik. Petani kami sangat antusias. Mereka menjual hasil panen dengan penuh semangat. Kami harap program ini tidak berhenti hanya pada masa panen tertentu, tapi bisa berlangsung terus-menerus karena dampaknya sangat positif,” ujar Lukman, kepada Siwindu.com, Rabu (16/4/2025).

Ia menambahkan bahwa selain soal harga, para petani juga mengharapkan adanya dukungan lanjutan dari pemerintah, khususnya dalam hal ketersediaan dan subsidi pupuk. Menurutnya, penyerapan gabah harus dibarengi dengan pemenuhan sarana produksi agar produktivitas pertanian tetap terjaga.

Menurut Lukman, semenjak tiga tahun ke belakang para petani tidak kesulitan pupuk, karena adanya program ketahanan yang difokuskan untuk pengadaan pupuk dengan sistem bayar panen (Yarnen), dan dikelola oleh Poktan Wargi Saluyu.

“Daya dukung Pemdes Tambakbaya terhadap pemberdayaan petani, kita perhatikan betul,” tutur Lukman.

Program penyerapan gabah oleh Bulog ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk Dinas Pertanian, kelompok tani, hingga unsur TNI dan Polri, demi memastikan distribusi dan pengawasan berjalan optimal.

Dengan berbagai manfaat nyata yang dirasakan petani, penyerapan gabah langsung oleh Bulog menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *