Reses di Pangandaran, Rokhmat Ardiyan Bicara Desa Wisata hingga Ekonomi Kerakyatan

Reses di Pangandaran, Rokhmat Ardiyan Bicara Desa Wisata hingga Ekonomi Kerakyatan
Anggota DPR RI H Rokhmat Ardiyan foto bersama jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Pangandaran, usai reses Minggu (20/4/2025). Foto: ist
April 21, 2025 105 Dilihat

Siwindu.com – Reses Anggota Komisi XII DPR RI, H Rokhmat Ardiyan, di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (20/4/2025), berlangsung penuh semangat dan kehangatan.

Reses dihadiri para pengurus DPC, PAC, ranting, hingga sayap partai. Kegiatan ini menjadi ajang menyerap aspirasi sekaligus memperkuat komitmen bersama membangun Pangandaran.

Didampingi sang istri, Hj Dian Marina Puspita, Rokhmat Ardiyan tak hanya menyampaikan paparan serius terkait pembangunan daerah, tapi juga membalut suasana dengan interaksi hangat dan penuh tawa.

Salah satu momen mencairkan suasana adalah ketika digelar kuis kebangsaan seputar empat pilar, Pancasila, Sumpah Pemuda, hingga rukun Iman dan Islam. Peserta yang menjawab benar mendapat saweran dari Hj Dian, sementara yang salah tetap disambut gelak tawa hangat para kader.

“Ini bukan sekadar seremonial. Kita ingin menyatu dengan semangat para kader untuk membangun Pangandaran lebih baik,” ujar Ardiyan.

Reses tersebut juga diwarnai penghormatan terhadap seniman legendaris asal Ciamis, mendiang Nike Ardila. Seluruh peserta larut dalam nostalgia saat menyanyikan lagu “Bintang Kehidupan” bersama.

Dalam kesempatan itu, Rokhmat Ardiyan menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk DPC Partai Gerindra Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk dukungan terhadap operasional dan penguatan struktur partai di daerah.

Ia menegaskan, Pangandaran memiliki potensi luar biasa dengan 93 desa di 10 kecamatan, garis pantai sepanjang 90 km, serta jumlah wisatawan yang mencapai 4,5 juta orang per tahun. Namun, ia menilai potensi tersebut belum dioptimalkan secara ekonomi.

“Banyak wisatawan datang, menginap, makan, lalu pulang. Tapi kontribusinya terhadap PAD masih minim. Produk oleh-oleh saja masih didominasi dari luar daerah,” jelas Ardiyan.

Untuk itu, ia mendorong pengembangan UMKM dan penciptaan desa wisata yang berkelanjutan di seluruh penjuru Pangandaran.

Baca Juga:  Gandeng PLN, Rokhmat Ardiyan Bantu Listrik Gratis ke Ponpes Bani Ilyas Cipancur

“Desa wisata bisa jadi solusi. Home stay, produk UMKM, kuliner lokal, semuanya akan menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Ini jalan tercepat meningkatkan kesejahteraan,” ucap Bos Wisata Arunika Kuningan itu.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati investor, tapi juga masyarakat lokal.

“Jangan sampai hotel-hotel besar berdiri megah tapi tidak dimiliki warga Pangandaran. Kita harus memastikan warga jadi pelaku utama dalam industri pariwisata daerah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *