Biawak Masuk Permukiman! Istri Teriak, Suami Lapor, Damkar Kuningan Turun Tangan

Biawak Masuk Permukiman! Istri Teriak, Suami Lapor, Damkar Kuningan Turun Tangan
Petugas Damkar Kuningan berhasil mengevakuasi seekor Biawak Besar yang tiba-tiba muncul di permukiman warga, Selasa (13/5/2025). Foto: ist
Mei 13, 2025 71 Dilihat

Kuningan – Suasana siang hari di Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan mendadak heboh, Selasa (13/5/2025). Seekor biawak berukuran cukup besar tiba-tiba muncul di pekarangan belakang rumah warga, memicu kepanikan hingga akhirnya mengundang aksi sigap dari regu penyelamat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.

Kejadian tak biasa itu bermula ketika seorang warga, H Ade Petruk, menerima laporan dari sang istri yang mendengar suara mencurigakan di belakang rumah mereka, tepatnya di RT 06 RW 02 Lingkungan Lebakardin. Saat diperiksa, ternyata seekor biawak besar tengah bersembunyi dan membuat kegaduhan.

Biawak Masuk Permukiman! Istri Teriak, Suami Lapor, Damkar Kuningan Turun Tangan
Tokoh masyarakat Kuningan H Ade Petruk, foto bersama petugas Damkar Kuningan usai evakuasi biawak di rumahnya, Selasa (13/5/2025). Foto : Ist

Karena khawatir akan mengancam keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar, H Ade Petruk segera menghubungi Damkar Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi. Tak butuh waktu lama, regu penyelamat dari piket Regu 3 dikerahkan ke lokasi dengan satu unit kendaraan KR 4.

“Kami menerima laporan pada pukul 11.55 WIB dan langsung bergerak cepat. Tim tiba di lokasi pukul 12.10 WIB dan melakukan evakuasi selama kurang lebih 20 menit,” ujar Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah MSi.

Menurut Andri, evakuasi seperti ini memang termasuk dalam tugas pelayanan penyelamatan non kebakaran yang rutin dilaksanakan Damkar, merujuk pada Perda Kabupaten Kuningan Nomor 3 Tahun 2018 serta Perda Nomor 4 Tahun 2022 yang mengatur ketertiban umum dan penanggulangan bahaya kebakaran.

“Meskipun ini bukan peristiwa kebakaran, keberadaan biawak di permukiman tetap berpotensi membahayakan. Kami anggap serius karena bisa menimbulkan trauma atau bahkan serangan fisik jika tidak segera ditangani,” tegas Andri.

Evakuasi berlangsung aman dan lancar, tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti. Petugas dengan sigap mengamankan reptil tersebut agar tidak kembali mengganggu warga.

Baca Juga:  Kera Liar Resahkan Warga Cihideung Girang, Damkar Kuningan Turun Tangan

Andri juga mengimbau masyarakat agar segera melapor ke Damkar jika menemukan hewan liar seperti ular, biawak, atau sarang tawon di sekitar rumah.

“Kami hadir bukan hanya untuk kebakaran, tapi juga untuk tugas-tugas kemanusiaan seperti ini. Kesigapan warga dalam melapor sangat membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Meski tidak menimbulkan kerugian, kejadian ini menyita perhatian warga sekitar. Beberapa tetangga sempat keluar rumah untuk melihat proses evakuasi, yang berlangsung cukup menegangkan namun juga menimbulkan rasa lega setelah sang reptil berhasil diamankan.

Usai proses evakuasi selesai dan situasi kembali kondusif, H Ade Petruk menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada petugas Damkar yang sudah bekerja cepat dan tanpa pamrih.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi petugas Damkar. Mereka datang cepat, bekerja profesional, dan benar-benar menyelamatkan kami dari bahaya. Ini bukti nyata bahwa negara hadir melalui para petugasnya. Terima kasih untuk dedikasi kalian,” ucap H Ade Petruk dengan penuh haru.

Sebagai tokoh masyarakat yang cukup dikenal di Kabupaten Kuningan, H Ade juga berharap agar Damkar terus mendapat dukungan anggaran dan perlengkapan yang memadai agar bisa terus memberikan layanan terbaik untuk masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *