Viral! Jalur Curug Cilengkrang Longsor, Sumber Air Warga 3 Desa Tercemar

Viral! Jalur Curug Cilengkrang Longsor, Sumber Air Warga 3 Desa Tercemar
Jalur kawasan Cilengkrang Desa Pajambon Kecamatan Kramatmulya, tampak penuh dengan lumpur longsoran. (Foto: screenshoot video tiktok)
Mei 16, 2025 146 Dilihat

Siwindu.com – Wisata alam Curug Cilengkrang di Desa Pajambon Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan mendadak ramai jadi perbincangan. Jalur menuju lokasi favorit wisatawan itu tertutup longsor, Rabu (14/5/2025), usai hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Kramatmulya. Tak hanya memutus akses ke air panas alami, bencana ini juga menyisakan krisis air bersih bagi warga sekitar.

Video detik-detik longsor mengalir deras menyapu jalur hiking viral di media sosial. Diposting akun TikTok @omjjeee, video itu sontak menyedot perhatian warganet. Hingga Kamis (15/5/2025), video berdurasi 35 detik itu ditonton lebih dari 392 ribu kali, dengan 16 ribu lebih likes, dan ratusan komentar pedas.

Pemandangan dalam video bikin bulu kuduk merinding. Tanah longsor bercampur batu dan lumpur menutup jalur sempit yang biasa dilewati wisatawan. Kondisi sangat licin dan rawan celaka.

Tapi yang lebih bikin geram, longsor ini ikut mencemari aliran air yang jadi sumber kehidupan tiga desa di bawahnya. Warga kesulitan mendapatkan air bersih karena aliran sungai berubah keruh akibat material longsoran.

“Ini bukan cuma soal wisata, tapi nyawa warga juga dipertaruhkan,” tulis salah satu komentar netizen.

Pemicunya? Banyak warganet menuding pembangunan besar-besaran di kawasan Palutungan, sebagai biang keladi bencana.

Pemilik video @omjjeee, mengaku kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ia tiba dua jam kemudian, sebagian material sudah mulai dibersihkan, tapi jalur tetap berbahaya.

Pemerhati lingkungan Avo Juhartono pun angkat suara. Dalam unggahan Facebook-nya, ia menyebut kawasan wisata Arunika sudah melewati ambang batas daya dukung lingkungan.

“Diduga menjadi pemicu terjadinya longsor ke arah Cilengkrang,” tegasnya.

Kepala Desa Pajambon, Hj Nani, buka suara. Pernyataan lengkapnya mengungkap dampak nyata dari longsor bagi warganya:

Baca Juga:  Longsor Susulan! Jalur Cikijing-Kuningan Kembali Ditutup, Warga Diminta Gunakan Jalur Alternatif

“Longsoran terjadi bukan hanya berdampak pada wisata alam. Melainkan berdampak pada kandungan air curug yang biasa digunakan warga untuk kebutuhan hidup,” kata Hj Nani kepada wartawan, Kamis (15/5/2025).

Menurutnya, waktu longsor terjadi hingga beberapa waktu dari kejadian, warganya kesusahan untuk mendapatkan air bersih, karena air yang biasa digunakan keruh akibat campuran material tanah.

“Longsor pertama di Bulan Puasa terjadi itu mengakibatkan kerusakan pada pipa PDAM. Nah, longsor sekarang memutuskan akses wisata dan mengotori kandung air baku sungai sekitar,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *