Bunda Fifi Tekankan Etika dan Budi Pekerti dalam Pembinaan Karakter Pelajar di Kuningan

Bunda Fifi Tekankan Etika dan Budi Pekerti dalam Pembinaan Karakter Pelajar di Kuningan
Ketua KPAID Wilayah III Cirebon Fifi Sofiah (Bunda Fifi) saat memberikan materi karakter budi pekerti kepada puluhan pelajar SMP yang sedang mengikuti pendidikan karakter semi militer di Aula BKPSDM Kuningan, Rabu (28/5/2025). Foto: Mumuh Muhyiddin/Siwindu.com
Mei 28, 2025 68 Dilihat

Siwindu.com – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Wilayah III Cirebon, Fifi Sofiah atau yang akrab disapa Bunda Fifi, menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai etika, budi pekerti, dan kesopanan dalam pembinaan karakter anak.

Hal ini ia sampaikan saat diwawancara sejumlah wartawan usai memberikan materi pada kegiatan pendidikan karakter semi militer bagi puluhan siswa SLTP di Auditorium BKPSDM Kabupaten Kuningan, Rabu (28/5/2025).

Dalam pemaparannya, Bunda Fifi mengangkat isu-isu krusial yang kerap terjadi di kalangan remaja, mulai dari bullying di lingkungan sekolah hingga perilaku kurang sopan terhadap orang tua dan guru. Ia menilai, pembinaan karakter anak harus dimulai dari pondasi moral yang kuat di rumah dan sekolah.

“Bunda memberikan materi tentang bullying, budi pekerti, dan etika, terutama bagaimana bersikap terhadap guru dan orang tua. Ternyata, ketika ditanya, banyak anak yang sampai menangis karena teringat sikap mereka selama ini. Itu artinya mereka tersentuh dan mulai menyadari,” ujar Bunda Fifi.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kedisiplinan di rumah sebagai cerminan sikap di masyarakat. Materi yang disampaikannya tidak hanya bersifat teori, tetapi juga mengajak anak-anak untuk introspeksi dan berjanji memperbaiki perilaku.

Menurutnya, kegiatan pendidikan semi militer yang digelar Pemkab Kuningan bekerjasama dengan Kodim 0615/Kuningan ini menjadi ruang efektif untuk pembinaan moral.

“Anak-anak merasa nyaman, tidak tertekan, bahkan ada yang tidak mau pulang karena merasa betah. Ini bukti pendekatan yang digunakan para pelatih sangat humanis,” tambahnya.

Bunda Fifi menekankan, karakter anak zaman sekarang harus dibina dengan pola asuh yang tepat. Ia mengimbau orang tua untuk terbuka terhadap konsultasi dengan lembaga yang kompeten jika merasa kewalahan dalam mendidik anak.

Baca Juga:  Pertama di Wilayah 3 Cirebon, 35 Pelajar SMP di Kuningan Ikuti Pendidikan Karakter Semi Militer

“Kalau tidak tahu harus bagaimana, jangan malu bertanya. Di daerah kita ada dinas perlindungan anak, unit PPA di kepolisian, dan tentu saja KPAID siap membantu,” ujarnya.

Ia berharap pendekatan yang menekankan pembentukan karakter melalui etika dan budi pekerti ini dapat diterapkan lebih luas, termasuk di wilayah-wilayah lain di Wilayah III Cirebon selain Kuningan, yakni Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, serta Indramayu.

“Kalau anak-anak sudah paham sopan santun, tahu menghormati orang tua dan guru, maka mereka tidak akan mudah terjerumus ke hal-hal negatif seperti tawuran atau penyalahgunaan narkoba,” pungkas Bunda Fifi, seraya menyampaikan Komisioner KPAID Wilayah III Cirebon dalam berkegiatan tidak menggunakan anggaran daerah dan juga tidak digaji pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *