Hj Tina Wiryawati Dorong Transformasi Kuningan Lewat Pendidikan dan Ekonomi Inklusif

Hj Tina Wiryawati Dorong Transformasi Kuningan Lewat Pendidikan dan Ekonomi Inklusif
Anggota DPRD Jabar Hj Tina Wiryawati saat bertemu Bupati Kuningan Dian R Yanuar bersama kampus STIEPARII dan Unigal, bahas keberlangsungan pendidikan berbasis ekonomi untuk Kuningan Melesat. (Foto: ist)
Juni 11, 2025 26 Dilihat

Siwindu.com – Upaya untuk mewujudkan pembangunan inklusif di Kabupaten Kuningan mendapat dorongan kuat dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj Tina Wiryawati SH MM.

Melalui audiensi strategis yang digelar di ruang kerja Bupati Kuningan, Selasa (10/6/2025), Tina menggandeng Ketua STIEPARI Semarang Haniek Listyorini SE MBA dan Rektor Universitas Galuh (Unigal) Prof Dr Dadi untuk menjajaki kolaborasi multipihak demi mempercepat transformasi daerah.

Dalam pertemuan yang disambut langsung oleh Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi tersebut, Tina menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif untuk mengatasi persoalan krusial seperti pengangguran, rendahnya akses pendidikan, serta ketimpangan ekonomi desa.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkannya adalah Belajar Bekerja Mandiri (BBM), sebuah inisiatif berbasis pendidikan vokasional yang menyasar lulusan SMA/SMK dari keluarga kurang mampu.

Melalui program ini, peserta diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi sambil bekerja di perusahaan garmen di Semarang. Mereka juga mendapatkan beasiswa stimulan pada tahun pertama sebagai modal awal kemandirian.

“Program BBM hadir untuk membuka jalan bagi generasi muda agar tidak hanya bisa kuliah, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Ini bentuk nyata keberpihakan kita kepada mereka yang selama ini sulit mengakses pendidikan tinggi,” ujar Tina.

Menariknya, program BBM juga dirancang dengan keberpihakan gender, yakni 80 persen peserta ditargetkan perempuan, sebagai bentuk komitmen pada pemberdayaan perempuan desa.

Tak hanya fokus pada pendidikan, Tina juga telah menginisiasi pengembangan desa wisata di Kuningan sejak 2020 bersama STIEPARI Semarang. Desa Cikaso dengan lanskap sawah berbentuk hati, Bojong dengan wisata UMKM dan desa kreatif, Kertayasa dengan inovasi pengelolaan sampah, serta Singkup yang menawarkan bumi perkemahan dan kuliner khas kepala kambing, kini mulai tumbuh menjadi destinasi potensial.

Baca Juga:  Wabup Tuti Andriani Tinjau Kesiapan Wisata Sambut Libur Lebaran Idul Fitri

“Pariwisata berbasis desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang kuat jika dikelola dengan inovatif,” tambah Tina.

Dalam bidang pertanian dan kesehatan masyarakat, kolaborasi ini turut menghadirkan gagasan pengembangan kacang sanca inchi atau kacang bintang, yang disampaikan oleh Prof Dr Dadi dari Unigal. Tanaman bernilai ekonomi tinggi ini dinilai cocok dengan kondisi geografis Kuningan dan mengandung nutrisi yang dapat membantu menurunkan angka stunting.

Bupati Kuningan DR H Dian Rachmat Yanuar menyambut baik inisiatif dan kolaborasi ini. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi program BBM maupun pengembangan komoditas pertanian unggulan.

“Insya Allah, program BBM akan kami perluas cakupannya ke desa-desa miskin ekstrem sebagai bagian dari strategi pengurangan kemiskinan dan pengangguran di Kuningan,” ujar Bupati Dian.

Kolaborasi antara Hj Tina Wiryawati, institusi pendidikan, dan Pemerintah Daerah ini menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam membangun Kuningan yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing di berbagai lini. Semua sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang diusung melalui tagline Kuningan Melesat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *