SIWINDU.com – Lebih dari 100 warga Desa Mulyajaya Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, mengikuti kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PAN, Drs Toto Suharto SFarm Apt, yang digelar di desa tersebut, Rabu (23/7/2025) siang.
Dalam suasana penuh antusias, warga menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi langsung kepada wakil rakyat dari Dapil Jabar XIII (Kuningan, Ciamis, Banjar, Pangandaran). Mulai dari masalah pendidikan, pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Sartono, Ketua RT setempat, menyoroti praktek pembelian buku LKS (Lembar Kerja Siswa) yang diduga dikondisikan oleh sekolah ke satu toko tertentu. Hal ini dikeluhkan warga karena membatasi pilihan dan menyulitkan dari sisi pembayaran.
Menanggapi hal itu, Toto menegaskan bahwa praktek jual beli buku di sekolah tidak dibenarkan.
“Gak boleh ada jual beli buku pelajaran di sekolah. Silakan orang tua beli LKS secara mandiri di toko manapun. Jangan sampai dipaksa atau dikondisikan ke satu ttempat. Ini sudah menjadi perhatian Pak Gubernur KDM” tegas Toto.
Masalah pertanian juga mencuat dari pernyataan Ustadz Didin, selaku Ketua Kelompok Tani Desa Mulyajaya. Ia mengeluhkan kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan), alat penggiling padi, serta kelangkaan pupuk. Ia juga menyampaikan harapan adanya penambahan ruang kelas untuk Madrasah Diniyah (MD).
“Untuk alsintan tentu harus dibantu. Insya Allah akan saya kawal dan sampaikan ke provinsi. Ini kewajiban saya agar petani bisa lebih mudah dan murah dalam proses produksi,” ujarnya.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Eni, Ketua PAC PAN Kecamatan Cimahi, mengusulkan adanya rumah produksi olahan makanan atau kue yang dikelola oleh tim UMKM perempuan di desa. Menurutnya, ini penting agar ada kegiatan produktif sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.
Toto menyambut positif usulan tersebut. “Ini bentuk nyata pemberdayaan ekonomi lokal. Insya Allah akan saya upayakan. Ini sejalan dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis), di mana produk UMKM bisa disalurkan ke berbagai sektor, termasuk koperasi dan dapur gizi,” jelasnya.
Toto juga menyebut, di Desa Mulyajaya sudah terbentuk Koperasi Desa Merah Putih, sebuah model koperasi berbasis desa yang diharapkan bisa menjadi penguat rantai distribusi dan pengelolaan hasil produksi warga, termasuk pertanian dan UMKM.
Ia menambahkan, selain memperjuangkan bantuan alsintan dan ruang belajar, ia juga mencatat masih banyaknya rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah tersebut.
“Kami menyerap semua aspirasi hari ini dan akan menyampaikannya ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bahan kebijakan lanjutan. Ini bukan sekadar pencatatan, tapi bagian dari kerja nyata kami di legislatif,” pungkasnya.
Dengan gaya komunikatif dan penuh empati, reses yang berlangsung hampir dua jam itu berjalan lancar dan mendapatkan apresiasi dari warga. Banyak dari mereka berharap, aspirasi yang disampaikan kali ini benar-benar diperjuangkan dan ditindaklanjuti.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini