Kuningan Luncurkan Era Baru Pupuk Bersubsidi, Tak Ada Lagi Pupuk Salah Alamat!

Kuningan Luncurkan Era Baru Pupuk Bersubsidi, Tak Ada Lagi Pupuk Salah Alamat!
Kuningan Luncurkan Era Baru Pupuk Bersubsidi, Tak Ada Lagi Pupuk Salah Alamat. (Foto: Mumuh Muhyiddin/SIWINDU.com)
Juli 26, 2025 33 Dilihat

SIWINDU.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan tak ingin lagi ada cerita petani kesulitan pupuk saat musim tanam tiba. Lewat langkah strategis, Pemkab Kuningan bersama PT Pupuk Indonesia dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) menggelar Sosialisasi Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan Penerima pada Titik Serah (PPTS). Kegiatan dipusatkan di El Zeroun Mayang Catering Ciporang, Rabu (23/7/2025).

Acara ini dihadiri 10 distributor dan 86 kios pupuk dari seluruh wilayah Kuningan, menandai komitmen serius dalam mengawal implementasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025, yang merupakan aturan baru yang menggantikan sistem lama, sekaligus menjadi penjabaran teknis dari Perpres Nomor 6 Tahun 2025.

“Tidak boleh lagi ada distribusi yang lambat, apalagi salah sasaran. Petani adalah prioritas. Kita wajib berubah bersama regulasi baru ini,” tegas Dr Wahyu Hidayah MSi, Kepala Diskatan Kuningan.

Terdapat tiga perubahan besar yang dikenalkan melalui Permentan 15/2025. Yakni penambahan komoditas bersubsidi dari 9 menjadi 10, termasuk ubi kayu, jenis pupuk bersubsidi bertambah dari 2 jadi 3, Urea, NPK, dan Organik, serta skema distribusi baru, tak hanya lewat kios resmi, tapi juga melalui gapoktan dan koperasi yang memenuhi syarat, termasuk Koperasi Merah Putih.

“Kita dorong pemanfaatan pupuk organik, karena ini bukan tren, tapi kebutuhan. Lingkungan sehat, tanah subur, panen berkah,” ujar Wahyu.

Lebih dari sekadar menjalankan regulasi pusat, Kuningan mengintegrasikan kebijakan ini dengan program unggulan daerah. Salah satunya lewat program 100 Hari Kerja Bupati melalui Jawara Tani, serta terobosan BANG PUPUK (Bantuan Gapoktan untuk Penebusan Pupuk).

Lewat BANG PUPUK, setiap desa dialokasikan Rp2 juta yang bisa digunakan gapoktan untuk menebus pupuk secara kolektif, memotong birokrasi panjang dan mempercepat akses petani.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Pemkab Kuningan Sediakan Padaringan di 10 Desa, Catat Waktunya!

“Ini bukti bahwa daerah tidak diam. Kita ingin pupuk bersubsidi itu sampai ke tangan petani, bukan nyangkut di tengah jalan,” ucap Wahyu.

Sementara itu, Admin RDKK Kabupaten Kuningan, Toto, menekankan pentingnya kerja sama aktif para distributor dan kios.

“Kami minta semua pihak bergerak cepat. Jangan ada keterlambatan, karena pupuk bukan barang biasa, ini nyawa bagi petani,” katanya.

Sosialisasi ini bukan sekadar pertemuan teknis. Ini adalah momen penting dalam membangun fondasi distribusi pupuk yang adil, transparan, dan berpihak kepada petani. Dengan regulasi nasional yang kuat dan dukungan program lokal yang progresif, Kabupaten Kuningan kini berada di jalur transformasi pertanian menuju arah yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *