SIWINDU.com – Suasana Dusun Wanaasih, Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, mendadak penuh haru dan amarah, Selasa (5/8/2025) siang. Ratusan warga berkumpul dalam kegiatan screening kesehatan dan pembagian bantuan sosial buntut dari dampak bau menyengat yang diduga kuat berasal dari aliran limbah Bendungan Kuningan.
Lebih dari 200 warga mengikuti kegiatan tersebut, mengadukan kondisi lingkungan yang sudah tak tertahankan. Bau busuk yang menyeruak setiap hari bahkan malam, telah menimbulkan gangguan kesehatan serius mulai dari asma, gangguan pernapasan, hingga asam lambung.
“Jangankan manusia, hewan pun menjauh,” tegas Anggota DPR RI Komisi XII H Rokhmat Ardiyan MM, saat berkunjung ke lokasi.
Bendungan yang luasnya sekitar 220 hektar tersebut, hampir setengah dari Waduk Darma. Tapi dampaknya, bau menyengat luar biasa.
“Ini harus diuji lab segera, dan saya akan kawal hingga ke kementerian terkait,” tambah Ardiyan dengan nada tinggi di hadapan ratusan warga.
Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Kiki Aji Wiryawan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan, langkah cepat yang dilakukan adalah dengan memperpanjang kanopi untuk meredam hembusan bau ke permukiman.
Namun lebih lanjut, ia mengakui, opsi relokasi penduduk terdampak pun sedang dipertimbangkan. Total ada 166 KK dengan 443 jiwa.
“Kalau relokasi dilaksanakan, mungkin akan bertahap karena menyangkut anggaran yang tidak kecil,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dandim juga menyarankan agar ditanam pohon penyerap bau di sepanjang aliran limbah bendungan. “Kita harus tahu jenis limbahnya, apakah organik atau anorganik. Penanganannya tidak bisa sembarangan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak BBWS, melalui Kepala Unit Bendungan Kuningan, Dodo, pun angkat bicara. Ia mengklaim persoalan tersebut sudah berulang kali disampaikan dan bahkan sudah diteruskan ke Sekda dan Bupati.
“Kami sudah buat blower, kanopi, dan olakan. Air yang keluar bukan karena keinginan kami, tapi karena permintaan daerah, termasuk dari Brebes dan Kuningan untuk kebutuhan pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyediakan 3 titik toren air bersih, yang telah diuji lab dan hasilnya jernih, tidak berbau, dan bisa digunakan masyarakat selama 24 jam.
Namun, warga tak puas. Kepala Desa Randusari, Tata Kasta, mewakili warganya menyatakan, relokasi ke tempat yang lebih aman adalah satu-satunya harapan.
“Ada sekitar 56 rumah, 155 KK, dan 433 jiwa yang tinggal di Blok II. Warga juga mengeluhkan sulitnya akses ke lahan milik mereka sendiri karena terhalang saluran irigasi. Sudah lama kami minta dibangunkan jembatan atau jalan penghubung, tapi belum ada realisasi,” jelasnya.
Harapan warga kini jelas, meminta agar masalah polusi udara dan relokasi secepatnya dapat diselesaikan oleh pemerintah. Terlebih tak sedikit dari mereka yang sudah mengalami gangguan kesehatan dan trauma.
“Kalau malam baunya luar biasa. Anak-anak sampai susah tidur, kami sudah nggak kuat,” keluh seorang warga yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula anggota DPRD Kabupaten Kuningan Fraksi Gerindra, Nurcholis Mauludinsyah, Camat Cibeureum Asep Dudi Riyadi, Danramil 1506/CBB Kapten Inf Nandang Hendarsyah, Kapolsek Cibingbin Iptu Afriando Kusdarmanto, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Idik Sidik, tim dari Poskesdim 0615/Kuningan, serta tokoh masyarakat setempat.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini