SIWINDU.com – Sebuah gapura bertemakan Bhineka Tunggal Ika berdiri megah di pintu masuk Dusun Cimulya, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dengan figur pendekar bersayap emas menggenggam tameng keberagaman, gapura ini langsung mencuri perhatian publik, baik di dunia nyata maupun jagat media sosial.
Namun yang membuat karya ini viral bukan hanya karena kemegahan desainnya, tapi karena seluruh proses pembangunan dan dekorasi tidak melibatkan satu rupiah pun dari dana desa. Gapura ini, lengkap dengan atap kain merah-putih yang membentang sepanjang jalan, dibangun dari hasil iuran dan gotong royong murni warga Dusun Cimulya.
Di tengah sorotan terhadap anggaran desa dan program-program seremonial, warga Cimulya justru menunjukkan semangat kemerdekaan bisa tumbuh dari akar rumput. Semua dilaksanakan tanpa sponsor, tanpa proyek, tanpa instruksi, murni dari kesadaran warga.
Gerakan luar biasa ini dipelopori oleh anak-anak muda yang menamakan diri mereka GOC, Generation of Cimulia, sebuah komunitas remaja kreatif dan peduli lingkungan sekitar. Mereka turun langsung, membuat desain, menggalang dana, mengerjakan konstruksi gapura, hingga menghias seluruh ruas jalan utama dusun.
Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Lia Yulianengsih, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif luar biasa tersebut.
“Saya sangat bangga. Ini bukan sekadar hiasan jalan, tapi simbol semangat rakyat yang merdeka dalam arti sesungguhnya. Mereka tidak menunggu bantuan, mereka bergotong royong dan bergerak dengan hati,” ujar Lia saat meninjau langsung hasil karya warga, Rabu (6/8/2025).
Sebagai putri kelahiran Desa Karangkamulyan, Lia merasa haru sekaligus optimistis, ternyata semangat kemerdekaan masih menyala kuat di tengah masyarakat. Terlebih, inisiatif ini digerakkan oleh generasi muda yang tak hanya kreatif, tapi juga penuh tanggung jawab sosial.
“Anak-anak muda seperti GOC ini adalah harapan bangsa. Mereka membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hanya perayaan, tapi tindakan. Bukan sekadar status di media sosial, tapi kerja nyata di lapangan,” tambahnya.
Lia pun menyampaikan pesan khusus untuk para pemuda di seluruh Kabupaten Kuningan agar menjadikan semangat Dusun Cimulya sebagai inspirasi.
“Kita tidak harus jadi pejabat untuk membangun negeri. Mulailah dari kampung sendiri, dari lingkungan sendiri. Kemerdekaan itu tentang keberanian mengambil peran, sekecil apa pun, untuk kebaikan bersama,” pesan Lia.
Kemeriahan HUT ke-80 RI di Dusun Cimulya tahun ini menjadi bukti nyata, soal nasionalisme tak perlu mahal, tak harus menunggu anggaran, dan tak harus menunggu momentum besar. Di dusun kecil ini, kemerdekaan benar-benar dirayakan dengan hati, tangan sendiri, dan semangat persatuan yang tulus.
“Ini juga bentuk kecintaan anak-anak muda terhadap para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka mengekspresikannya dengan seni dan kreasi untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun ini,” pungkas wanita muda yang murah senyum itu.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini