Kondusif! Ratusan Massa Aksi di Depan Gedung DPRD Kuningan Membubarkan Diri Jelang Maghrib

Kondusif! Ratusan Massa Aksi di Depan Gedung DPRD Kuningan Membubarkan Diri Jelang Maghrib
Kondusif! Ratusan Massa Aksi di Depan Gedung DPRD Kuningan Membubarkan Diri Jelang Maghrib, Minggu (31/8/2025). Foto: ist
Agustus 31, 2025 288 Dilihat

Siwindu.com – Ratusan massa aksi yang sejak siang memenuhi area depan gedung DPRD Kabupaten Kuningan akhirnya membubarkan diri dengan tertib, Minggu (31/8/2025) sore, tepat menjelang waktu Maghrib. Aksi yang digelar di tengah guyuran hujan deras itu berlangsung penuh semangat, namun tetap berjalan dalam suasana terkendali.

Sejak awal, peserta aksi terus menyuarakan tuntutan melalui orasi, yel-yel, hingga membentangkan poster-poster yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah. Gelombang suara massa membahana di depan gedung dewan, yang menjadi pusat perhatian warga Kuningan sejak siang hari. Meski sempat terjadi dorongan kecil di barisan depan dan juga lemparan sejumlah benda ke arah aparat keamanan, situasi tidak sampai menimbulkan bentrokan fisik.

Aksi ini bukan hanya mencerminkan dinamika politik lokal, tetapi juga terkait erat dengan situasi nasional yang tengah bergejolak.

Belakangan, gelombang unjuk rasa memang marak di berbagai daerah sebagai bentuk respon terhadap isu-isu kebijakan pemerintah pusat yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Kuningan pun menjadi salah satu titik dari rangkaian aspirasi masyarakat di tingkat daerah yang ingin ikut menyuarakan kegelisahan mereka.

Menariknya, meskipun sempat diguyur hujan lebat, massa tetap bertahan hingga menjelang sore. Semangat mereka seolah menunjukkan bahwa gerakan rakyat tidak mudah dipadamkan oleh cuaca maupun situasi. Baru ketika waktu Maghrib semakin dekat, ratusan peserta aksi mulai mengurai barisan dan meninggalkan lokasi secara perlahan.

Kondisi lalu lintas di Jalan RE Martadinata Ancaran yang sempat lumpuh total berangsur kembali normal. Pedagang dan pengguna jalan yang sebelumnya terhenti aktivitasnya mulai bisa beraktivitas lagi. Masyarakat yang sejak awal menyaksikan jalannya demonstrasi pun ikut lega melihat situasi kembali kondusif.

Pembubaran massa aksi dengan tertib ini seakan memberi sinyal bahwa gerakan mahasiswa dan masyarakat di daerah tetap mampu menunjukkan sikap kritis tanpa harus berujung pada kericuhan. Sekaligus, aksi di Kuningan ini menjadi bagian dari potret besar dinamika nasional, di mana suara rakyat semakin lantang terdengar dari berbagai daerah menuju pusat kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *