Siwindu.com – Keresahan menyelimuti Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kuningan. Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk bulan Agustus 2025 belum cair, tapi sejumlah ASN sudah melihat adanya pemotongan pada aplikasi TPP yang mereka gunakan.
Salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya, mengaku kaget saat mengecek aplikasinya, Senin (15/9/2025). “Saat cek di aplikasi TPP, sudah nampak pemotongan untuk Bulan Agustus 2025,” ujarnya.
Ia mencontohkan, jika biasanya menerima Rp1.750.000, bulan ini yang tertera hanya Rp1.400.000. Artinya, terjadi pemotongan sekitar 20 persen, padahal dana itu belum sampai ke rekeningnya.
Kondisi ini cukup memberatkan, terutama bagi ASN yang memiliki tanggungan cicilan. “Banyak di antara kami yang sudah menggadaikan SK ke lembaga keuangan. Dana TPP ini sangat diandalkan untuk membayar pinjaman,” ungkapnya.
Keterlambatan pencairan ditambah pemotongan, menurutnya, berisiko memperpanjang waktu kredit dan menimbulkan tekanan finansial.
Pemotongan TPP ini sebelumnya dikaitkan dengan kondisi keuangan daerah yang seret, sehingga diberlakukan efisiensi berbagai sektor. Ditambah lagi berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar, sebelumnya menegaskan, TPP bukan hak ASN, melainkan bentuk apresiasi atas kinerja mereka. Meski begitu, ASN berharap ada kepastian kapan dana akan cair, dan kejelasan mengenai mekanisme pemotongan agar tidak menambah beban ekonomi mereka.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini