Tinjau Persiapan Sekolah Rakyat, Komisi IV DPRD: Bentuk Anak-anak Berbakat

Tinjau Persiapan Sekolah Rakyat, Komisi IV DPRD: Bentuk Anak-anak Berbakat
Jajaran Komisi IV DPRD Kuningan foto bersama Kadisdik, Kadinsos, Ketua PGRI dan beberapa pihak lain, dalam KDD di SMPN 6 Kuningan sebagai rintisan SR, Selasa (16/9/2025). Foto: ist
September 16, 2025 105 Dilihat

Siwindu.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan melakukan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) untuk meninjau persiapan Rintisan Sekolah Rakyat (SR), Selasa (16/9/2025). Ketua Komisi IV, Hj Neneng Hermawati SE MA, menjelaskan, sekolah ini dirancang untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Kuningan.

“Sekolah Rakyat ini khusus untuk anak-anak desil 1 dan 2. Semua fasilitas sudah disiapkan mulai dari asrama, makan, minum, hingga bimbingan wali asuh dan wali asrama. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan berkembang optimal,” ujar Neneng saat diwawancarai sejumlah jurnalis di DPRD.

Neneng menegaskan, Rintisan Sekolah Rakyat setara dengan Boarding School modern. Satu anak satu komputer, ruang kelas lengkap, serta fasilitas pendukung memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan kurikuler dan ekstrakurikuler dengan baik.

Untuk tahap awal, kata Neneng, SR akan menggunakan gedung SMPN 6 Kuningan. Saat ini 90 siswa telah terverifikasi, terdiri dari 75 siswa jenjang SMP dan 15 siswa SD. Mereka dijadwalkan masuk asrama pada 29 September untuk pemeriksaan kesehatan, dan mulai mengikuti pembelajaran pada 30 September 2025 mendatang.

Sementara pembangunan gedung permanen untuk menampung hingga 1.000 siswa, jelas Neneng, sedang berlangsung di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung, dan ditargetkan rampung 2026. Gedung tersebut dirancang modern dengan fasilitas kelas internasional dan asrama lengkap untuk mendukung pendidikan berkualitas.

Neneng menambahkan, keberadaan SR juga diharapkan dapat meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kuningan yang saat ini 7 sampai 9 tahun atau setara SMP. Anak-anak tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga keterampilan khusus, kemampuan berpikir positif, dan kemandirian.

Dalam kunjungan tersebut, terlihat kesiapan guru dan staf pendukung. Tiga guru didatangkan dari Kemensos, sementara guru dan staf lainnya berasal dari pemerintah daerah. Wali asuh, wali asrama, tenaga medis, satpam, dan OB telah direkrut resmi oleh Dinas Sosial.

Baca Juga:  Diusir dari Lampung, Gadis Cantik Cari Nenek dan Pamannya di Kuningan, Toto: Kita Cari Keluarganya

“Semua fasilitas ini memastikan anak-anak dapat belajar dan tinggal di asrama dengan nyaman, sekaligus menumbuhkan kemandirian sejak dini,” terangnya.

Hj Neneng menegaskan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kepala desa, agar keluarga yang termasuk desil 1 dan 2 dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *