Siwindu.com – Santri Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Al-Multazam, kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang International Robotics Talent Competition (IRTC) 2025 yang digelar di Royal Military College, Kuala Lumpur Jum’at-Senin (3–6/10/2025), mereka sukses membawa pulang enam gelar juara dunia di berbagai kategori robotika.
Sebelas santri pilihan tampil penuh percaya diri bersaing dengan puluhan tim dari berbagai negara. Dengan kemampuan teknis dan mental juara, mereka berhasil menempatkan nama pesantren asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, di panggung dunia.
Kemenangan tersebut diraih dalam sejumlah kategori, yakni The 1st Winner of Line Follower Analog, The 1st Winner of Sumo 3Kg, The 1st Winner of Soccer Berkaki, The 1st Winner of Line Follower Analog, The 3rd Winner of Sumo 3Kg, dan Best Strategy Sumo 1Kg.
Capaian ini membuktikan bahwa santri masa kini tak hanya fasih mengaji, tetapi juga ahli teknologi. Para santri Al-Multazam mampu memadukan ilmu agama dengan kecakapan abad ke-21, seperti coding, robotic engineering, dan algorithm design.
Ponpes Terpadu Al-Multazam dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memadukan pembelajaran agama dan teknologi modern. Para santri dibekali kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mahir dalam berbagai bahasa — mulai dari Arab dan Inggris hingga bahasa pemrograman.
Di sela Murojaah hafalan Al-Qur’an, mereka berdiskusi tentang sensor ultrasonik, strategi robot sumo, atau kecerdasan buatan. Inilah wujud santri zaman baru, berakhlak mulia, berpikiran terbuka, dan berjiwa inovatif.
Para Santri Peraih Prestasi berasal dari dua jenjang pendidikan. Dari SMAIT Al-Multazam, yakni Anabela Haura Renata, Shafira Khairunnisa Faisal, Rajwa Afnan Rizqiyatul Widad, Tikhfi Aulia Hadilah, Aisha Nabila Oktaviany, Nyimas Vania Rahma Nabila, dan Malikha Dewi Azzahra. Sedangkan dari SMPIT Al-Multazam, yakni Tasyrika Anisa Rohendi, Khoirun Nisa, Felicia Azka Aquena, dan Maulidiyah Nafisatu Izzah.
Kepala SMPIT Al-Multazam, Usth Nurhayati SSi, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, prestasi ini menjadi bukti bahwa santri bisa bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislamannya. Pendidikan yang berpadu antara agama dan teknologi akan melahirkan generasi tangguh dan unggul di masa depan,” ujarnya kepada Siwindu.com, Jumat (10/10/2025).
Sementara itu, Kepala SMAIT Al-Multazam, Usth Nina Herlina MPd, menambahkan, keberhasilan para santri adalah simbol wajah baru pendidikan pesantren.
“Kami bangga melihat semangat anak-anak ini. Mereka hafal Qur’an, berakhlak, tapi juga melek sains dan teknologi. Inilah generasi yang akan membawa perubahan besar untuk dunia,” katanya.
Bagi Al-Multazam, sambung Nina, kompetisi robotika bukan semata ajang perlombaan, tetapi juga panggung dakwah modern. Robot-robot yang dirancang para santri adalah buah dari ketekunan, kedisiplinan, dan doa yang tak putus di setiap sujud malam.
Melalui karya ini, mereka menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mendorong ilmu dan kemajuan, serta menjadikan teknologi sebagai sarana pengabdian kepada umat.
“Santri bukan hanya penjaga peradaban masa lalu, tetapi juga pembangun masa depan,” pungkasnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini