SIWINDU.COM – Satu tahun bukan waktu yang panjang, tetapi bagi Proton FC, 12 bulan pertama ini sudah penuh dengan perjuangan, pembuktian, dan pencapaian. Semua itu dirayakan dalam acara HUT ke-1 Proton FC yang berlangsung meriah di Ballroom Hotel Cordella, Jalan Siliwangi Kuningan, Minggu (30/11/2025).
Acara tersebut semakin istimewa karena dihadiri langsung Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, jajaran Pemerintah Daerah, tokoh olahraga Jawa Barat, pelatih, pemain, para orang tua, serta undangan lainnya yang memenuhi ruangan.
Dalam sambutannya, Presiden Proton FC Thony Indra Gunawan menyampaikan orasi panjang penuh makna, menggambarkan perjalanan klub yang tidak dibangun dari sejarah panjang, tetapi dari cerita-cerita kecil yang dirangkai oleh semua orang di dalamnya.
“Sejarah itu bukan sesuatu yang diwariskan. Sejarah itu kita yang buat. Oleh kita semua yang hadir dan terlibat,” ungkap Thony, membuka refleksi perjalanan Proton FC.
Thony menuturkan, lahirnya Proton FC bukan dari kemapanan, melainkan dari tantangan. Tantangan dari para tokoh, ketua lingkungan, pembina sepak bola, hingga masyarakat untuk membentuk wadah pembinaan yang benar-benar serius, bukan asal jalan.
Menurutnya, tantangan-tantangan itulah yang memaksa Proton FC untuk tidak hanya membentuk sebuah tim, tetapi juga membangun fondasi pendidikan sepak bola yang visioner. Bahkan sejak awal, Thony mengakui ia dan timnya harus bergerak cepat karena keterbatasan pengetahuan dan sumber daya.
“Dari awal kita sadar ada banyak yang belum kita tahu. Maka kami hadapi dengan belajar. Kita hadirkan advisor, pelatih, pembimbing yang mengisi celah-celah kekurangan itu,” kata Thony.
Salah satunya adalah kehadiran Agustiawan dari Kota Bandung, seorang pelatih kiper yang sejak awal ikut menata pondasi akademi Proton FC. Thony mengenangnya sebagai salah satu figur kunci yang memperkuat arah pembinaan.
Salah satu momen paling emosional dalam acara itu adalah ketika Thony meminta para pemain yang pernah atau sedang berkarier di luar daerah untuk berdiri. Satu per satu nama dipanggil, ada yang kini bermain di Liga Jambi, Makassar, Cianjur, Bandung, dan kota-kota lain.
Tampak hadir Reza, pemain muda Proton FC yang beberapa kali menjadi best player di sejumlah kota. Ada juga pemain-pemain yang kini melanjutkan hidup sebagai ASN, pekerja profesional, maupun mahasiswa, tetapi tetap membawa identitas Proton FC sebagai rumah awal perjalanan mereka.
“Terima kasih kepada kalian semua. Kalian membawa nama Kuningan, membawa cerita Proton ke tempat-tempat yang mungkin dulu tak pernah kita bayangkan,” ucap Thony dengan suara bergetar.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi atas kemajuan Proton FC dalam waktu singkat. Menurutnya, Proton FC telah memperkaya ekosistem pembinaan sepak bola di Kabupaten Kuningan, sekaligus menjadi contoh bahwa pembinaan yang konsisten akan menghasilkan prestasi.
Wakil Bupati Tuti Andriani menambahkan, kehadiran klub-klub pembinaan seperti Proton FC penting untuk membuka ruang penyaluran bakat anak-anak Kuningan di tengah era kompetisi yang semakin ketat.
Apresiasi dari pimpinan daerah ini menjadi penegasan bahwa eksistensi Proton FC kini telah mendapat tempat pada level pemerintahan, sebuah pencapaian penting untuk klub yang baru berusia setahun.
Meski muda, Proton FC tampil sebagai klub yang produktif menorehkan prestasi. Sepanjang 2024–2025, Proton FC mencatatkan sederet pencapaian, seperti Juara 1 Elite Pratama Putri Jawa Barat, Juara 1 Liga Nusantara 2025, Juara 3 U-16, Juara 3 turnamen sepak bola kemerdekaan, dan Juara 1 kategori U-10.
Prestasi tersebut, kata Thony, bukanlah tujuan akhir, melainkan bukti bahwa kerja keras dan keseriusan pembinaan membuahkan hasil.
“Ini bukan soal piala. Ini soal bagaimana kalian berkembang. Bagaimana kalian tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, sportif, dan percaya diri,” ujarnya.
Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati, Thony menyampaikan, Proton FC memasuki tahun kedua dengan misi yang lebih besar: menambah kualitas pelatih, memperbesar akademi, mencetak pemain yang siap bersaing, serta memperkuat karakter para pemain muda.
Ia juga mengajak Pemerintah Daerah untuk terus membuka ruang kolaborasi demi kemajuan sepak bola Kuningan.
“Kami hanya ingin terus berbuat baik, terus memperbaiki diri, dan terus membawa kebaikan untuk Kuningan,” katanya.
Menjelang akhir acara, Thony meminta seluruh pemain akademi, pelatih, pengurus, dan undangan untuk berdiri sebagai simbol perjalanan Proton FC bukanlah perjalanan satu orang, melainkan perjalanan bersama.
“Ini cerita kita. Tahun pertama sudah kita tulis. Mari kita lanjutkan cerita ini di tahun kedua, dengan lebih kuat, lebih kompak, lebih baik,” ujar Thony disambut tepuk tangan panjang para tamu, termasuk Bupati dan Wakil Bupati.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini