Di Kuningan, Masyarakat Bisa Laporkan Dapur MBG “Nakal”, Identitas Dirahasiakan

Dana Tersendat, Dapur MBG di Kabupaten Kuningan Bertumbangan
Aktivitas pengolahan menu di dapur MBG. (Foto: ilustrasi/net)
2 minggu ago 47 Dilihat

SIWINDU.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan akhirnya membuka ruang aduan resmi bagi masyarakat untuk membongkar persoalan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lewat Hotline Pengaduan MBG, warga kini bisa melaporkan Dapur MBG “nakal” tanpa takut, karena identitas pelapor dijamin dirahasiakan.

Kebijakan ini dijalankan melalui Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (Satgas P3MBG) sebagai langkah penguatan pengawasan di lapangan.

Ketua Satgas P3MBG Kabupaten Kuningan yang juga Sekretaris Daerah, Uu Kusmana SSos MSi, menegaskan, hotline tersebut sengaja dibuka sebagai kanal kontrol publik terhadap kualitas dan distribusi MBG.

“Kalau ada makanan basi, porsi dikurangi, telat datang, atau tidak sesuai standar, jangan diam. Laporkan. Ini mekanisme kontrol sosial yang justru kami dorong,” tegas Uu, Jumat (15/1/2026).

Menurutnya, program MBG tidak boleh dijalankan asal-asalan, apalagi menyangkut konsumsi anak-anak. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin menerima laporan hanya dari atas meja, sementara persoalan di lapangan luput dari pengawasan.

Hingga saat ini, 11 kecamatan di Kabupaten Kuningan telah resmi mengaktifkan Hotline Pengaduan MBG dan menyerahkan nomornya ke Satgas P3MBG. Sementara 21 kecamatan lainnya masih dalam tahap finalisasi.

“Baru 11 kecamatan yang masuk datanya. Target kami seluruh 32 kecamatan wajib punya hotline MBG yang aktif dan responsif,” ujarnya.

11 kecamatan yang telah memiliki Hotline MBG tersebut meliputi Kecamatan Cilimus (0813-2443-9898), Ciawigebang (0896-3840-6795), Cigugur (0822-9536-9065), Sindangagung (0813-9562-0021), Kalimanggis (0823-1599-1211), Lebakwangi (0813-2417-1254), Darma (0813-9567-8089), Ciwaru (0851-4771-5075), Jalaksana (0811-2253-939), Kadugede (0851-9926-2264), dan Kecamatan Kuningan (0813-8122-889).

Melalui hotline tersebut, masyarakat dapat mengadukan berbagai temuan, mulai dari makanan tidak layak konsumsi, basi, kualitas buruk, porsi tak sesuai, keterlambatan distribusi, hingga dugaan penyimpangan oleh Dapur MBG.

Baca Juga:  Pengelola Dapur MBG Kuningan Bentuk Paguyuban, Siap Jaga Standar Mutu dan Keamanan Pangan

Satgas meminta setiap laporan disertai identitas pelapor, lokasi sekolah atau desa, waktu kejadian, serta kronologi singkat. Bukti pendukung berupa foto atau video sangat dianjurkan agar laporan cepat ditindaklanjuti.

Yang paling penting, tegas Uu, pelapor tidak perlu takut, karena identitas pelapor akan dilindungi alias dirahasiakan.

“Identitas pelapor kami lindungi. Aduan akan ditangani secara profesional oleh tim kecamatan. Tidak ada intimidasi,” tandasnya.

Ia menekankan, hotline MBG bukan sekadar tempat mengadu, tetapi juga alat evaluasi agar penyedia dan Dapur MBG bekerja sesuai standar.

“Setiap piring MBG yang diterima anak-anak harus layak, bergizi, dan aman. Kalau ada yang bermain-main, pasti akan ketahuan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *