SIWINDU.COM – Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80, PWI Kabupaten Kuningan menegaskan akan mengambil peran lebih jauh dalam mengkritisi kebijakan lingkungan daerah, yang dinilai belum memiliki arah dan kejelasan penyelesaian.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat pengurus dan pembentukan kepanitiaan HPN dan HUT PWI ke-80 yang digelar di Sekretariat PWI Kabupaten Kuningan, Jalan Baru Ancaran belum lama ini.
Dalam rapat itu, PWI menekankan, peringatan HPN tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi momentum evaluasi terhadap kebijakan publik, khususnya di sektor lingkungan hidup.
Salah satu isu utama yang akan menjadi fokus kritik adalah tata kelola sumber daya air di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
Ketua PWI Kabupaten Kuningan, Nunung Khazanah, mengungkapkan, persoalan tersebut dinilai terus memunculkan polemik karena belum adanya kepastian kebijakan yang berkeadilan, baik dari aspek perizinan, distribusi manfaat, maupun perlindungan terhadap desa-desa penyangga kawasan.
“Berlarut-larutnya polemik ini mencerminkan lemahnya sinkronisasi kebijakan antarinstansi. Kondisi ini berpotensi berdampak pada terganggunya kelestarian ekosistem Gunung Ciremai sekaligus menambah beban sosial bagi masyarakat di sekitar kawasan,” kata Nunung, Jumat (6/2/2026).
Sebagai bentuk respons kritis, sambung Nunung, PWI Kabupaten Kuningan akan menggelar diskusi panel yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka untuk membedah persoalan lingkungan secara komprehensif, sekaligus mendorong lahirnya rekomendasi yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait.
Selain tata kelola air, sebut Nunung, diskusi juga akan mengangkat isu pemanfaatan lahan di kawasan TNGC serta strategi menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. PWI menilai, posisi Kabupaten Kuningan sebagai daerah penyangga ekosistem Gunung Ciremai menuntut kebijakan yang jelas, konsisten, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
“Untuk puncak peringatan HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Kabupaten Kuningan juga Insya Allah akan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti peringatan tingkat nasional yang dipusatkan di Provinsi Banten,” ujar Nunung.
“Rangkaian kegiatan HPN dan HUT PWI ke-80 di tingkat daerah akan dilanjutkan dengan ziarah ke makam anggota PWI yang telah wafat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan dedikasi insan pers,” imbuhnya.
Sebagai penutup, PWI Kabupaten Kuningan akan menggelar agenda “Ngecamp PWI Peduli Lingkungan” di kawasan kaki Gunung Ciremai. Kegiatan ini akan diisi dengan rapat kerja organisasi, penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada anggota baru yang telah lulus Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Jawa Barat, serta aksi penanaman pohon sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan.
Nunung menegaskan, pers memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat dan kelestarian alam.
“Ketika kebijakan lingkungan tidak memiliki arah yang jelas, pers wajib hadir untuk mengkritisi dan mendorong perbaikan. Ini bukan semata kepentingan pers, tetapi menyangkut masa depan daerah dan generasi mendatang,” tegasnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini