Siwindu.com – Kabupaten Kuningan kembali menegaskan posisinya di pentas nasional. Melalui Dinas Kesehatan, Kuningan dinobatkan sebagai daerah dengan capaian terbaik dalam Pemetaan Risiko Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Tahun 2025 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Tak hanya itu, Kuningan juga meraih penghargaan atas kelengkapan dokumen rekomendasi Pemetaan Risiko PIE dengan capaian 100 persen.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, ketepatan, serta kualitas pelaksanaan pemetaan risiko yang dinilai sistematis dan komprehensif.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, dr H Edi Martono MARS, menjelaskan, Penyakit Infeksi Emerging merupakan ancaman nyata yang bisa muncul sewaktu-waktu dan berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa bahkan pandemi.
“Penyakit ini umumnya muncul tiba-tiba, tingkat penularannya cepat, dan membutuhkan kesiapsiagaan tinggi. Karena itu, pemetaan risiko menjadi instrumen strategis dalam sistem kewaspadaan dini,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Ia menyebut sejumlah penyakit yang masuk kategori tersebut di antaranya Middle East Respiratory Syndrome (MERS), COVID-19, Polio, dan Difteri. Penyakit-penyakit itu menuntut deteksi dini, perencanaan intervensi yang matang, serta sistem respons yang terukur.
Menurut dr Edi, melalui pemetaan risiko yang dilakukan secara menyeluruh, Dinas Kesehatan mampu mengidentifikasi potensi kerentanan wilayah, faktor penyebab, hingga kapasitas respons daerah. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, penguatan surveilans, serta langkah pencegahan yang lebih terarah.
“Ini bukan sekadar administrasi. Data yang kami hasilkan menjadi fondasi kebijakan kesehatan daerah agar lebih siap menghadapi potensi ancaman penyakit di masa depan,” tegasnya.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tak lepas dari sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, unsur pemerintah, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci kuatnya sistem kewaspadaan dini di Kabupaten Kuningan.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Dinas Kesehatan. Menurutnya, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem perlindungan kesehatan masyarakat berbasis data dan analisis risiko.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Kuningan tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam membangun sistem surveilans kesehatan yang kuat. Ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan daerah dari ancaman penyakit infeksi emerging,” ujarnya.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini