Tak Perlu Lahan Luas, Perempuan Kuningan Didorong Bangun Ketahanan Pangan dari Pekarangan

13 detik ago 1 Dilihat

Siwindu.com – Penguatan ketahanan pangan nasional dinilai perlu dimulai dari lingkup paling dasar, yakni rumah tangga. Dalam konteks ini, perempuan memegang peran kunci sebagai pengelola konsumsi sekaligus pengatur ekonomi keluarga.

Pemerintah Kabupaten Kuningan pun mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai langkah konkret untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi, saat menjadi narasumber dalam dialog yang digelar Fatayat NU Kabupaten Kuningan di Teras Pendopo, Sabtu (11/4/2026).

“Perempuan memegang peran strategis dalam ketahanan pangan, baik sebagai pengelola konsumsi maupun pengatur ekonomi keluarga,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, dalam aspek konsumsi, perempuan menentukan pola makan, kualitas gizi, hingga keberagaman pangan keluarga. Sementara dalam aspek ekonomi, perempuan berperan dalam mengelola belanja rumah tangga secara efisien, terutama di tengah fluktuasi harga pangan.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan merupakan solusi sederhana yang mudah diterapkan namun memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Berbagai metode dapat dilakukan, mulai dari penggunaan pot dan polybag di lahan terbatas, sistem vertikultur, hingga penanaman beragam komoditas seperti sayuran, hortikultura, dan tanaman biofarmaka.

“Tidak perlu lahan luas. Dengan pendekatan sederhana dan konsisten, pekarangan bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga bahkan menghasilkan nilai tambah ekonomi,” katanya.

Selain menekan pengeluaran rumah tangga, pemanfaatan pekarangan juga mampu meningkatkan akses terhadap pangan segar dan sehat, serta membuka peluang usaha skala mikro dari hasil panen maupun produk olahan.

Untuk memperluas dampak, Wahyu mendorong penguatan gerakan berbasis komunitas melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), dasawisma, serta organisasi perempuan seperti Fatayat NU.

“Jika dilakukan secara kolektif, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Serentak di 7 Kecamatan, Diskatan Kuningan Perkuat Perlindungan Tanaman Padi

Ia menegaskan, ketahanan pangan mencakup aspek ketersediaan, akses, dan pemanfaatan, di mana perempuan memiliki peran dominan dalam seluruh aspek tersebut.

“Penguatan kapasitas perempuan adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan daerah,” tegasnya.

Wahyu juga mengapresiasi peran Fatayat NU dalam mendorong pemberdayaan perempuan yang produktif dan berdampak langsung bagi keluarga.

“Ketahanan pangan yang kuat lahir dari keluarga yang mandiri. Dari pekarangan rumah, kita bangun fondasi ekonomi sekaligus kedaulatan pangan daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *