Siwindu.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan menuntaskan rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) Idul Adha 1447 Hijriah setelah digelar selama tujuh hari berturut-turut melalui program DIRAHMATI (Diskon Harga Hemat Tahan Inflasi), mulai 18 hingga 24 Mei 2026.
Program yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha.
Berbeda dari pelaksanaan pasar murah pada umumnya, GPM Idul Adha kali ini digelar secara bergerak dengan menyasar sejumlah desa di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan sebelum ditutup melalui GPM MASAGI pada kegiatan Car Free Day (CFD), Minggu (24/5/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai dari Desa Jalatrang Kecamatan Cilebak pada 18 Mei, kemudian berlanjut ke Desa Bangunjaya Kecamatan Subang, Desa Pancalang Kecamatan Pancalang, Desa Ciangir Kecamatan Cibingbin, Desa Citapen Kecamatan Hantara, Desa Linggasana Kecamatan Cilimus, hingga berakhir di pusat kegiatan masyarakat melalui GPM MASAGI CFD Kabupaten Kuningan.
Selama tujuh hari pelaksanaan, pemerintah memastikan distribusi pangan murah dapat menjangkau masyarakat secara merata, baik di wilayah pedesaan maupun kawasan perkotaan.
Program tersebut hadir di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang Idul Adha yang biasanya diikuti kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis.
Berdasarkan hasil pemantauan harga pangan tingkat konsumen per 24 Mei 2026, beberapa komoditas tercatat masih berada pada level tinggi, di antaranya bawang merah Rp45 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp75-80 ribu per kilogram, daging sapi Rp135-140 ribu per kilogram, hingga minyak goreng kemasan yang mencapai Rp23 ribu per liter.
Melalui intervensi tersebut, pemerintah daerah menjual komoditas dengan harga lebih rendah dibanding pasar. Beras premium dijual Rp12 ribu per kilogram, bawang merah Rp35 ribu, cabai rawit merah Rp60 ribu, Minyakita Rp15.500 per liter, telur ayam Rp24.500 per kilogram, daging ayam Rp34.500 per kilogram, hingga daging sapi Rp125 ribu per kilogram.
Selisih harga tersebut memberikan ruang penghematan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.
Antusiasme warga pun terlihat di seluruh titik pelaksanaan. Ribuan masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa GPM Idul Adha merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat.
“Inflasi pangan tidak boleh menjadi beban masyarakat. Pemerintah harus hadir lebih cepat sebelum gejolak harga terjadi. Karena itu kami memilih melakukan intervensi langsung di lapangan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok dengan harga yang wajar,” ujarnya.
Menurut Bupati Dian, GPM bukan hanya kegiatan pasar murah, tetapi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, peningkatan permintaan pangan menjelang Idul Adha harus diimbangi dengan ketersediaan pasokan, distribusi yang lancar, dan pengendalian harga agar masyarakat dapat menyambut hari raya dengan lebih tenang.
Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi visi Kabupaten Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh), khususnya pada aspek penguatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan, pelaksanaan GPM Idul Adha disusun berdasarkan pemantauan harga harian dan analisis pergerakan komoditas pangan.
“Kami melakukan monitoring harga setiap hari sebagai dasar intervensi. Ketika terjadi disparitas harga yang cukup tinggi, pemerintah hadir agar gejolak dapat ditekan dan akses pangan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Ia menegaskan, GPM menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan pasar, melindungi konsumen, sekaligus mempertahankan keberlanjutan sektor produksi pangan.
SIWINDU.COM Berita Kuningan Terbaru Hari Ini