Tagih Kepastian Keberangkatan, Keluarga Calon Jemaah Umrah Datangi Kantor Al-Zamzami

Siwindu.com – Sejumlah keluarga bersama calon jemaah umrah kembali mendatangi kantor Yayasan Umrah dan Haji Al-Zamzami di Windusengkahan Kabupaten Kuningan, Senin (3/8/2026). Kedatangan mereka untuk meminta kepastian jadwal keberangkatan 95 calon jemaah yang sebelumnya belum dapat diberangkatkan ke Tanah Suci, dan hingga kini masih menunggu realisasi komitmen dari pihak penyelenggara.

Perwakilan keluarga calon jemaah, Bilal Khaerul, mengatakan hingga Senin siang masih ada sekitar 30 calon jemaah yang bertahan di Jakarta sambil menunggu kepastian keberangkatan dari pihak travel.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat para calon jemaah harus mengeluarkan biaya tambahan untuk akomodasi dan kebutuhan sehari-hari selama menunggu informasi lanjutan.

“Kami datang ke kantor Al-Zamzami untuk meminta kejelasan. Masih ada sekitar 30 orang yang bertahan di Jakarta. Ada yang menginap di hotel, ada juga yang tinggal di rumah kerabat. Tentunya mereka harus mengeluarkan biaya sambil menunggu kepastian berangkat,” ujar Bilal.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Al-Zamzami, kata Bilal, pihak penyelenggara menyampaikan masih mengupayakan agar seluruh calon jemaah dapat diberangkatkan pada 4 atau 5 Agustus 2026.

“Setelah berdiskusi, pihak travel mengatakan masih mengusahakan agar seluruh jemaah bisa diberangkatkan tanggal 4 atau 5 Agustus,” katanya.

Bilal menjelaskan, pihak yayasan juga telah menandatangani surat kesepakatan bermeterai yang memuat komitmen untuk memberangkatkan seluruh calon jemaah pada tanggal tersebut.

Terkait penyebab tertundanya keberangkatan, Bilal menyebut pihak penyelenggara menjelaskan adanya kendala teknis dalam proses penerbitan visa.

Menurut informasi yang diterimanya, visa para jemaah belum terbit hingga waktu check-in. Sekitar 40 menit setelah batas waktu check-in, visa disebut telah keluar, namun kesempatan untuk mengikuti penerbangan sudah terlewat sehingga keberangkatan harus ditunda.

Ia juga mengaku para calon jemaah tidak pernah menerima informasi sebelumnya bahwa proses penerbitan visa masih terkendala.

Baca Juga:  Diduga Terkendala Visa, Puluhan Jamaah Umrah Asal Kuningan Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta

“Yang mengetahui adanya kendala itu hanya pihak travel dari informasi pengurusan visa. Saat ditanya apakah masih bisa berangkat, jawabannya masih berpacu dengan waktu. Namun ketika visa keluar, waktunya sudah terlambat sehingga keberangkatan akhirnya ditunda,” tuturnya.

Bilal menegaskan, berdasarkan penjelasan yang diterima dari pihak travel, status perjalanan para calon jemaah bukan dibatalkan, melainkan ditunda sambil menunggu proses keberangkatan yang masih diupayakan.

Selain komitmen pemberangkatan pada 4 atau 5 Agustus, Bilal mengatakan surat kesepakatan yang ditandatangani pimpinan Al-Zamzami juga memuat klausul bahwa apabila komitmen tersebut tidak dapat dipenuhi, pihak penyelenggara bersedia mengembalikan biaya perjalanan umrah sebesar 100 persen kepada jemaah yang tidak diberangkatkan sesuai kesepakatan.

Hingga berita ini diterbitkan, para calon jemaah beserta keluarganya masih menunggu realisasi komitmen tersebut.

Sementara itu, pihak Yayasan Umrah dan Haji Al-Zamzami menyatakan masih terus mengupayakan keberangkatan seluruh jemaah sesuai jadwal yang telah disampaikan dalam pertemuan dengan keluarga calon jemaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *